Transaksi Gadai Emas di Bima Meningkat Signifikan Pasca Lebaran 2026

Transaksi gadai emas di Pegadaian Cabang Bima melonjak hingga 23,68 persen pasca Idul Fitri 1447 H untuk memenuhi kebutuhan likuiditas masyarakat.

Masyarakat di Kota dan Kabupaten Bima mulai memanfaatkan aset emas untuk menjaga likuiditas keuangan pada periode pasca Idul Fitri 1447 H, Jumat (24/4/2026). Tren peningkatan transaksi ini tercatat cukup kuat di unit layanan PT Pegadaian guna memenuhi kebutuhan dana jangka pendek tanpa harus menjual aset.

Dilansir dari Detik Finance, PT Pegadaian Area Bima dan Pulau Sumbawa mencatatkan pertumbuhan transaksi sebesar 23,68 persen secara Year to Date (YtD). Salah satu unit yang mengalami lonjakan menonjol adalah Pegadaian UPC Ambalawi dengan angka pertumbuhan mencapai 21,65 persen.

Data internal menunjukkan bahwa mayoritas transaksi didominasi oleh gadai emas perhiasan untuk menutupi biaya pendidikan, modal usaha, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran perilaku masyarakat yang kini lebih memilih menggadaikan emas dibandingkan menjualnya secara permanen.

"Pasca Lebaran, kebutuhan likuiditas masyarakat cenderung meningkat. Namun yang menarik, masyarakat kini lebih memilih menggadaikan emas dibandingkan menjualnya terutama di Pegadaian UPC Ambalawi," kata Mustofa, Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima dan Pegadaian Sumbawa.

Mustofa menambahkan bahwa tren tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat dalam mempertahankan emas sebagai aset investasi jangka panjang. Penggunaan layanan gadai dinilai sebagai solusi karena proses pencairan dana yang dianggap cepat, aman, dan transparan oleh para nasabah.

Untuk meringankan beban finansial masyarakat di masa pemulihan pasca hari raya, Pegadaian memperpanjang program Gadai Bebas Bunga hingga akhir April 2026. Program ini memungkinkan nasabah memperoleh pinjaman dengan biaya sewa modal sebesar nol persen bagi mereka yang membutuhkan stabilitas keuangan tanpa kehilangan barang berharga.

Peningkatan aktivitas gadai juga teramati secara luas di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, mengonfirmasi bahwa pertumbuhan signifikan terjadi di Cabang Bima dan unit-unit layanan pendukungnya setelah perayaan Lebaran tahun ini.

Edy menilai masyarakat kini semakin memahami fungsi gadai sebagai instrumen keuangan yang bijak dan terencana. PT Pegadaian pun optimistis bahwa pemanfaatan aset emas melalui sistem gadai akan terus berkembang menjadi bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang sehat bagi masyarakat luas.

Recommended