TransTRACK Optimalkan Efisiensi Maritim dengan Solusi IoT dan AI

TransTRACK memperkenalkan solusi monitoring maritim terpadu berbasis IoT dan AI di APM 2026, diklaim tingkatkan produktivitas armada hingga 40%.

Dalam menghadapi tantangan kenaikan harga bahan bakar dan regulasi yang semakin ketat, TransTRACK menampilkan solusi monitoring maritim terpadu berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). Inovasi ini diperkenalkan pada ajang internasional Asia Pacific Maritime (APM) 2026 yang berlangsung di Singapura pada 25–27 Maret lalu, seperti dilansir dari Medcom.

Kehadiran TransTRACK di APM 2026 menjadi sebuah momen penting. Perusahaan ini berkesempatan untuk menunjukkan kapabilitas ekosistem digitalnya dalam mengatasi masalah krusial di industri, termasuk minimnya visibilitas data secara real-time dan inefisiensi akibat proses manual.

Solusi yang dipamerkan meliputi pemantauan kapal secara langsung, monitoring distribusi bahan bakar yang akurat, serta pengawasan pelabuhan yang terintegrasi. Sistem ini dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS) dan CCTV untuk memberikan gambaran operasional yang komprehensif.

Anggia Meisesari, Founder dan CEO TransTRACK, mengungkapkan bahwa APM adalah platform esensial untuk memperkenalkan teknologi perusahaan kepada khalayak global. "Kami melihat ini sebagai momentum untuk memperkuat eksistensi sekaligus membangun kepercayaan terhadap solusi yang kami kembangkan," ujar Anggia.

Salah satu fitur kunci yang diperkenalkan adalah integrasi data operasional ke dalam satu dashboard terpadu. Aris Pujud Kurniawan, Co-founder dan CTO TransTRACK, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan analisis yang proaktif.

Sebagai contoh, lonjakan konsumsi bahan bakar dapat langsung dikaitkan dengan faktor operasional seperti RPM mesin atau rute pelayaran. Sistem juga memberikan peringatan secara real-time, memungkinkan tindakan korektif yang cepat.

Dukungan Pemerintah dan Dampak Lingkungan

Partisipasi TransTRACK di APM 2026 juga mendapatkan dukungan resmi dari pemerintah Indonesia. Hotmangaradja Pandjaitan, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, turut mengunjungi booth mereka.

Dukungan ini menandakan bahwa inovasi yang dikembangkan oleh anak bangsa memiliki potensi untuk bersaing di tingkat global. Hal ini juga memberikan nilai tambah, terutama dalam meminimalisir kecurangan operasional dan mendukung penerapan teknologi hijau.

Sebagai perusahaan yang berfokus pada optimasi operasi armada dan integrasi rantai pasokan, TransTRACK mengklaim solusi mereka mampu meningkatkan produktivitas armada hingga 40%. Selain itu, solusi ini juga diklaim dapat mengurangi biaya penggunaan kendaraan hingga 30%.

Melalui digitalisasi yang berkelanjutan, TransTRACK menyatakan optimisme mereka untuk membentuk industri maritim yang lebih efisien, transparan, dan berkesinambungan di masa depan.

Recommended