Tren Gadai Emas Meningkat Pascalebaran, Modal Usaha Dominasi

Kebutuhan dana segar usai libur Lebaran mendorong peningkatan tren gadai emas dan perhiasan, dengan 70% digunakan untuk modal usaha produktif.

Periode setelah libur panjang Lebaran, mulai Rabu (30/3), diperkirakan akan menyaksikan peningkatan signifikan dalam tren masyarakat yang menggadaikan emas dan perhiasan mereka. Kebutuhan dana yang melonjak setelah arus balik mudik dan libur panjang menjadi pemicu utama fenomena ini.

Pemimpin Cabang Gerai Pegadaian Salemba, Dewi Rahmawati, menyampaikan bahwa tren penggadaian kembali menguat. Menurutnya, hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat telah kembali beraktivitas kerja setelah periode libur, seperti dilansir dari Detik Finance pada Senin (30/3/2026).

Dewi menjelaskan bahwa usai Lebaran, mayoritas nasabah cenderung menggadaikan barang berharga, terutama emas batangan dan perhiasan, guna memperoleh dana tunai. Dana ini sebagian besar dialokasikan untuk keperluan produktif, seperti penambahan modal usaha. Hanya sebagian kecil yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi.

Beberapa nasabah memanfaatkan gadai untuk kebutuhan produktif, termasuk para pelaku usaha. Saat Lebaran, perputaran modal usaha mereka seringkali terhenti. Dengan menggadaikan aset, mereka bisa mendapatkan modal untuk stok barang, dan setelah stok terjual, mereka akan melunasi kembali pinjaman, kata Dewi.

Sektor UMKM, pedagang, hingga kontraktor seringkali memerlukan dana cepat. Kontraktor misalnya, bisa menggadaikan aset saat termin proyek belum cair. Hal ini menunjukkan beragamnya motivasi di balik keputusan masyarakat untuk menggadai, baik untuk modal kerja maupun keperluan konsumtif.

Di Gerai Pegadaian Salemba, sekitar 70% dari total utang gadai digunakan untuk keperluan produktif. Sementara itu, 30% sisanya dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi, dengan nominal transaksi rata-rata di bawah Rp 10 juta. Kebutuhan konsumsi ini biasanya bersifat melengkapi kekurangan di rumah tangga.

Hingga Rabu (25/3) kemarin, nilai outstanding gadai di gerai Salemba telah menunjukkan pertumbuhan positif, meningkat sekitar Rp 7 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh volume gadai yang melonjak sebelum Hari Raya Lebaran.

Menurut Dewi, pencapaian pertumbuhan ini menjadi indikasi positif bagi cabang Salemba. Jika volume gadai tidak meningkat, bisa saja terjadi koreksi atau penurunan nilai outstanding.

Emas batangan dan perhiasan masih menjadi pilihan utama masyarakat yang menggadaikan aset. Proporsi gadai emas batangan dan perhiasan mencapai 90% dari total transaksi gadai yang diterima di Gerai Salemba.

Tingkat pelunasan di Gerai Salemba juga menunjukkan angka yang sangat baik, yaitu di atas 99%. Ini mengindikasikan bahwa hanya sebagian kecil barang yang gagal dilunasi oleh nasabah, yang pada akhirnya harus dilelang oleh Pegadaian.

Recommended