Ketrosden Triasmitra Terbitkan Obligasi Rp 220 Miliar Garap SKKL Merindo

PT Ketrosden Triasmitra Tbk menerbitkan obligasi Rp 220 miliar untuk pembangunan kabel laut Merindo guna perkuat konektivitas digital Indonesia Tengah.

PT Ketrosden Triasmitra Tbk resmi menerbitkan instrumen obligasi senilai Rp 220 miliar pada Senin (11/5/2026) untuk mendanai pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Median Ring Indonesia (Merindo). Proyek infrastruktur telekomunikasi ini akan difokuskan pada penguatan konektivitas digital di wilayah Indonesia Tengah.

Penerbitan dana segar ini bertujuan untuk menjangkau titik-titik pusat ekonomi dan destinasi pariwisata strategis di kawasan tersebut. Langkah ini diambil guna memangkas kesenjangan infrastruktur digital yang selama ini masih didominasi oleh wilayah barat Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Instrumen obligasi yang dirilis Triasmitra mendapatkan peringkat idAAAcg (Triple A; Corporate Guarantee) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Keamanan investasi tersebut diperkuat dengan jaminan penuh dari GuarantCo, sebuah lembaga penjaminan internasional di bawah naungan Private Infrastructure Development Group (PIDG).

Manajemen perusahaan menawarkan obligasi ini dalam tiga seri dengan besaran kupon yang bervariasi berdasarkan jangka waktu. Seri A memiliki kupon 6,70 persen dengan tenor 3 tahun, sedangkan Seri B menawarkan kupon 7,00 persen untuk jangka waktu 5 tahun.

Sementara itu, Seri C memiliki bunga tertinggi sebesar 7,25 persen dengan tenor 10 tahun. Seluruh dana yang terkumpul merupakan bagian dari tahap pertama program pembiayaan berkelanjutan yang direncanakan mencapai total Rp 730 miliar.

"Kami akan membangun SKKL Merindo yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata strategis, membawa konektivitas berkualitas tinggi ke kawasan yang selama ini masih membutuhkan penguatan infrastruktur digital," kata Titus Dondi Patria, Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra Tbk.

Dana hasil obligasi ini akan dialokasikan kepada dua anak perusahaan untuk keperluan teknis yang berbeda. PT Jejaring Mitra Persada (JMP) akan mengelola anggaran untuk survei laut dan pengadaan material, sementara PT Triasmitra Multiniaga Internasional (TMI) akan menangani operasional pemeliharaan.

Proyek SKKL Merindo akan menjadi tulang punggung telekomunikasi baru milik perusahaan setelah penyelesaian proyek Rising 8 rute Jakarta-Batam-Singapura. Pembangunan ini diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru serta mendukung kemandirian digital nasional di masa depan.

Berdasarkan target yang telah ditetapkan perusahaan, proses fisik penggelaran kabel bawah laut Merindo dijadwalkan mulai berlangsung pada tahun 2027 mendatang.

Recommended