Trump Tunda Sementara Serangan ke Fasilitas Energi Iran

Donald Trump menunda serangan ke fasilitas energi Iran selama 10 hari di tengah perang yang memicu kenaikan harga energi global.

Serangan terhadap fasilitas energi Iran ditunda sementara oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, selama 10 hari. Keputusan ini diambil saat konflik berkecamuk dan memicu lonjakan harga energi di pasar global.

Sempat mengancam akan meningkatkan serangan jika Iran tidak mencapai kesepakatan dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Trump kemudian berubah pikiran. Penundaan serangan terhadap fasilitas energi Iran ini berlaku hingga 6 April 2026 pukul 20.00 waktu setempat.

"Negosiasi sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru oleh berita palsu dan pihak lainnya, semuanya berjalan sangat baik," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social, Jumat (27/3/2026).

Trump mengklaim Iran meminta jeda 7 hari, namun informasi ini belum sepenuhnya jelas. Wall Street Journal melaporkan, mengutip mediator perdamaian, bahwa Iran tidak pernah meminta jeda serangan selama 10 hari.

Konflik yang dimulai sejak 28 Februari lalu ini telah memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi global. Harga minyak mentah naik 40% akibat penutupan Selat Hormuz.

Selain itu, biaya pengiriman Liquefied Natural Gas (LNG) ke Asia meningkat hingga dua pertiga. Harga pupuk berbasis nitrogen, yang penting untuk produksi pangan, juga mengalami kenaikan sekitar 50%.

Iran terus membalas serangan AS dan Israel dengan menargetkan basis militer kedua negara. Negara tersebut juga menyerang negara-negara Teluk dan memblokade ekspor bahan bakar Timur Tengah melalui Selat Hormuz.

Recommended