Kesuksesan pesepak bola Asnawi Mangkualam Bahar tidak datang dengan mudah. Kerja keras, kesabaran, dan doa menjadi kunci utama dalam perjalanannya.
Pengalaman berharga didapatkan Asnawi dari ayahnya sendiri, Bahar Muharram, yang juga merupakan seorang legenda PSMS Makassar.
Bahar Muharram menghabiskan waktu yang cukup lama bersama Juku Eja, yakni dari tahun 1990 hingga 2002. Setelah pensiun sebagai pemain, Bahar tetap berkontribusi bagi PSM dengan menjadi asisten pelatih dan pelatih fisik.
Seperti orang tua pada umumnya, Bahar Muharram ingin agar anaknya mengikuti jejaknya. Namun, keinginan tersebut tidak berjalan dengan mudah.
Bahkan, Bahar Muharram pernah tidak meloloskan Asnawi saat mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-16 wilayah Makassar. Hal ini sempat membuat Asnawi kecewa.
Namun, pada akhirnya Asnawi menyadari bahwa tindakan ayahnya tersebut adalah untuk kebaikannya di masa depan.
Kisah perjalanan karier Asnawi Mangkualam Bahar di balik nama besar dan didikan keras sang ayah diungkapkan melalui kanal YouTube Hanif Thamrin.
Asnawi mengungkapkan bahwa sebelum bergabung dengan PSM, ia bermain di Persiba Balikpapan. Ayahnya yang menawarkan Asnawi untuk bergabung dengan PSM, namun ia menolak.
"Waktu sebelum ke PSM, saya main di Persiba Balikpapan. Nah, sebelum ke PSM tuh, ayah yang sebenarnya yang menawarkan buat ke PSM. Tapi saya enggak mau. Saya bilang, untuk ke PSM kayaknya nanti aja. Karena mungkin pressure-nya lebih besar karena ada ayah juga di sana kan," kata Asnawi.
Akibat penolakan tersebut, Asnawi dan ayahnya sempat tidak berbicara selama seminggu. Bahar Muharram bersikeras agar Asnawi bermain di PSM agar ia dapat melihat perkembangan anaknya secara langsung.
"Makanya, seminggu kami enggak ngobrol. Kayak marahan gitu. Dia maksain kan buat di PSM saja. Soalnya dia pengen melihat progresnya saya, biar bisa kontrol. Kalau di luar mungkin agak lebih sulit," imbuh Asnawi.
Pada akhirnya, Asnawi mengikuti seleksi PSM dan bertemu dengan pemain bintang seperti Hamka Hamzah dan Zulkifli Syukur.
"Tetapi pada akhirnya, H-1 atau hari H seleksi PSM, kan itu seleksi 2017 yang Bang Hamka, Zukifli Syukur, semua pada balik yang pemain-pemain senior itu. Nah, hari H baru saya iyakan. Oke saya datang ke tempat seleksi," tutur Asnawi.
Asnawi terpilih oleh pelatih Robert Rene Alberts setelah mengikuti seleksi tersebut.
Ayah yang Keras dan Disiplin
Asnawi mengakui bahwa ayahnya adalah sosok yang keras dan sangat disiplin. Ia bahkan merasa takut pulang ke rumah setelah latihan jika merasa tidak maksimal.
"Betul. Dia lumayan keras. Setiap habis latihan, pasti selalu dievaluasi sama ayah sendiri. Jadi saya kalau setelah latihan tapi merasa enggak maksimal, takut pulang ke rumah," kata Asnawi seraya tersenyum.
Momen yang tak terlupakan adalah ketika ayahnya, yang menjadi anggota penyeleksi bakat muda di Makassar, tidak meloloskan Asnawi ke Timnas Indonesia U-16.
"Ya, betul. Itu kan seleksi timnas yang dulu, sistemnya provinsi dulu. Itu untuk ke nasional. Pada tahap provinsi di Sulawesi Selatan di Makassar, ayah salah satu anggota tim seleksi bersama Mundari Karya dari nasionalnya," kenang Asnawi.
Asnawi pulang ke rumah dengan menangis karena tidak lolos seleksi. Ibunya bertanya kepada Bahar mengapa ia tidak meloloskan Asnawi. Bahar menjawab bahwa level Asnawi belum sampai di sana dan ia harus berlatih lebih keras.
Kegagalan Membawa Hikmah
Kegagalan tersebut justru membawa hikmah bagi Asnawi. Ia kembali bersemangat dan berlatih di bawah pantauan sang ayah.
"Dan pada akhirnya, ya sudah enggak lolos. Terus saya latihan aja lagi di SSB. Pada saat itu memang, dari dalam diri saya pasti kecewa dan sedih. Tapi ada satu hal yang orang tua saya, ayah saya itu tegaskan kepada saya kayak,'Ya udah, kita latihan bareng-bareng'," tutur Asnawi.
Sebelum pergi ke sekolah, Asnawi dilatih oleh ayahnya di lapangan.
"Jadi pada saat setelah itu yang awalnya saya cuma latihan sekali sehari yang di SSB doang, nah sebelum saya berangkat pagi ke sekolah dilatih dulu," ujarnya.
Dukungan dari orang tua, khususnya ayahnya, menjadi motivasi bagi Asnawi untuk terus bersemangat hingga saat ini.