Trump Beri Ultimatum Tarif Impor Uni Eropa Hingga 4 Juli

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor Uni Eropa jika kesepakatan dagang tidak dipenuhi hingga 4 Juli 2026 mendatang.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tenggat waktu kepada Uni Eropa hingga 4 Juli 2026 untuk merealisasikan komitmen kesepakatan dagang bilateral pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegagalan dalam memenuhi janji tersebut akan memicu penerapan tarif impor yang jauh lebih tinggi terhadap blok Eropa.

Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan pihaknya telah menunggu implementasi hasil kesepakatan Turnberry di Skotlandia yang ia sebut sebagai perjanjian dagang terbesar. Sebagaimana dilansir dari Medcom, Trump mengancam akan segera menaikkan tarif jika komitmen pemotongan tarif nol persen tidak ditepati.

"Saya setuju memberi mereka waktu hingga ulang tahun ke-250 negara kami atau, sayangnya, tarif mereka akan langsung melonjak ke tingkat yang jauh lebih tinggi," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Penegasan ini disampaikan usai dirinya berkomunikasi dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Selain membahas persoalan ekonomi, pembicaraan antara kedua pemimpin tersebut turut menyentuh isu Iran. Namun, Trump tidak memberikan keterangan spesifik mengenai pembahasan terkait konflik di Ukraina dalam dialog diplomatik tersebut.

Di sisi lain, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa Bernd Lange memberikan optimisme berbeda dengan menyebut perjanjian dagang bilateral berpotensi rampung dalam dua pekan ke depan. Proyeksi ini muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Washington dan Brussels sejak awal tahun ini.

Hubungan dagang kedua pihak sempat memanas pada Januari lalu saat Parlemen Eropa membekukan ratifikasi perjanjian akibat ancaman tarif Trump terhadap sekutu yang menolak posisinya soal Greenland. Pada 1 Mei 2026, Trump juga telah mengumumkan rencana pengenaan tarif 25 persen untuk unit mobil dan truk asal Uni Eropa.

Recommended