Startup Tunelab yang digawangi alumni Apple Developer Academy meluncurkan aplikasi bernama Nada pada Selasa (21/4/2026) untuk membantu musisi mengubah senandung suara (humming) menjadi komposisi musik digital secara praktis melalui perangkat iOS.
Dilansir dari Detik iNET, aplikasi ini memungkinkan pengguna merekam melodi sederhana dari suara manusia yang kemudian dikonversi secara otomatis menjadi format MIDI. Data tersebut dapat diolah lebih lanjut menggunakan berbagai pilihan instrumen musik dan sistem pelapisan nada (layering).
Co-founder Tunelab, Bregas Satria Wicaksono, mengungkapkan bahwa pengembangan aplikasi ini bermula dari keterbatasan instrumen saat merantau. Kondisi tersebut mendorong tim untuk memanfaatkan suara manusia sebagai alat utama dalam menciptakan prototype awal aransemen musik.
"Dari situ kita kepikiran, kenapa nggak dari suara kita aja? Akhirnya kita bikin prototype-nya," kata Bregas Satria Wicaksono, Co-founder Tunelab, saat menjelaskan latar belakang inovasi tersebut kepada Detik iNET.
Dalam proses penyempurnaannya, Tunelab melibatkan produser dan musisi profesional melalui tahap pengujian pengguna. Masukan dari praktisi industri tersebut menghasilkan fitur editor MIDI yang memungkinkan koreksi nada agar hasil konversi senandung menjadi lebih presisi.
Program Apple Developer Institute di Jakarta turut memberikan dukungan bagi tim beranggotakan delapan orang ini dalam membangun jejaring mentor. Saat ini, tim pengembang menjalankan operasional secara jarak jauh dari wilayah Bali dan Jakarta untuk mematangkan fitur-fitur yang tersedia.
Rencana pengembangan masa depan mencakup penambahan paket instrumen berdasarkan genre seperti pop hingga dangdut, termasuk alat musik tradisional Indonesia. Tunelab juga sedang mempertimbangkan integrasi teknologi kecerdasan buatan untuk memberikan rekomendasi aransemen otomatis seperti pembuatan lini bas.