Ukraina Andalkan Drone Pencegat untuk Lawan Drone Iran

Ukraina mengirim drone pencegat ke Timur Tengah untuk melawan drone Iran yang murah, setelah kesulitan mendapat senjata canggih.

Ukraina mengirimkan drone pencegat beserta personel militer ke Timur Tengah sebagai upaya menangkis serangan drone dari Iran. Langkah ini diambil di tengah upaya Amerika Serikat dan sekutunya mencari solusi ekonomis untuk menghadapi ancaman drone dan rudal Iran.

Saat ini, pencegatan drone dan rudal Iran oleh AS mengandalkan sistem pertahanan yang mahal seperti rudal Patriot dan THAAD. Di sisi lain, Iran menggunakan drone Shahed yang murah dan diproduksi massal. Ukraina kemudian mengembangkan teknologi drone pencegat yang lebih terjangkau.

Ukraina kini menjadi salah satu produsen utama 'Pembunuh Shahed' setelah merakit ribuan drone pencegat murah. Hal ini dilakukan karena Kyiv kesulitan mendapatkan persenjataan canggih dari sekutu, sehingga terpaksa berinovasi.

Drone Ukraina dirancang untuk menembak jatuh drone musuh sebelum mencapai target. Drone ini dioperasikan oleh pilot yang memantau melalui monitor atau kacamata FPV. Biaya produksi satu unit berkisar USD 1.000 hingga 2.000, jauh lebih murah dibandingkan sistem pencegat teknologi tinggi milik AS yang mencapai jutaan dolar.

Pabrikan di Ukraina mampu memproduksi ribuan unit setiap bulan. Analis menyebutkan drone ini efektif menangkis berbagai serangan, meski belum mampu mencegat rudal balistik. Saat ini, drone ini masih memerlukan pilot terlatih di dekat area target, namun pengembangan model otomatis terus dilakukan.

Model Drone Pencegat Ukraina

Beberapa model drone pencegat yang dikembangkan di Ukraina antara lain:

  • The Sting: Quadcopter tercepat dengan kecepatan 315-343 km/jam dan ketinggian jelajah 3.000 meter. Dilengkapi kamera pencitraan termal untuk membidik target dan diproduksi oleh startup Wild Hornets.
  • Bullet: Dikembangkan oleh General Cherry, drone berkecepatan tinggi ini menggunakan mesin jet dan empat rotor. Dapat dicetak menggunakan printer 3D dan memanfaatkan AI untuk melacak target. Kecepatannya 130-309 km/jam dengan ketinggian maksimal 5.500 meter.
  • P1-Sun: Pesawat cetakan 3D dari Skyfall yang mampu terbang hingga 300 km/jam dan memiliki bentuk serupa The Sting.
  • Octopus 100: Dirancang di Ukraina, namun diproduksi massal di Inggris. Rincian teknisnya belum diungkapkan.
  • ODIN Win_Hit: Drone berbentuk peluru yang dikembangkan oleh ODIN untuk misi intensitas tinggi berdurasi pendek. Kecepatannya 280-300 km/jam dengan ketinggian maksimal 5.000 meter dan durasi terbang 7-10 menit.

Cara Kerja Drone Iran

Rusia meluncurkan ribuan drone Shahed buatan Iran ke Ukraina, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Namun, Ukraina semakin berhasil menangkis serangan ini. Analisis New York Times menunjukkan Ukraina berhasil menjatuhkan 87% dari sekitar 5.000 drone yang dikirim Rusia pada bulan Februari.

Iran menggunakan model drone yang sama dalam serangannya terhadap negara tetangga. Drone Shahed, dengan harga sekitar USD 20.000 hingga 33.000 per unit, memiliki panjang 3,5 meter dan dilengkapi bahan peledak untuk meledak saat mengenai target yang diprogram.

Recommended