Ukraina berharap dapat menjadikan drone pencegat murah yang dirancang untuk menembak jatuh drone Rusia sebagai alat tawar geopolitik. Negara ini kini menawarkan keahliannya ke Amerika Serikat dan mitra di Teluk untuk menghadapi perang.
Sebagai imbalannya, Ukraina berharap menerima persenjataan canggih. Hal ini didorong oleh keberhasilan mereka menjadi salah satu produsen drone pencegat terkemuka.
Drone pencegat adalah UAV berkecepatan tinggi khusus yang dirancang untuk mendeteksi, mengejar, dan menetralisir drone musuh. Metode yang digunakan meliputi benturan kinetik, peledak, atau jaring.
Industri persenjataan domestik Ukraina sangat minim saat Rusia melancarkan invasi. Sejak saat itu, mereka membangun sektor pertahanan yang berpusat pada drone murah. Beberapa di antaranya dirancang khusus untuk melawan drone tipe Shahed buatan Iran, yang kini diandalkan Rusia.
Amerika Serikat baru-baru ini meminta dukungan untuk melawan drone Shahed di Timur Tengah. Presiden Volodymyr Zelenskyy pun memerintahkan pengerahan peralatan dan tenaga ahli Ukraina. Saat perang dimulai tahun 2022, Kyiv melarang ekspor senjata. Namun kini, produsen drone pencegat murah Ukraina mengatakan menerima banyak minat.
Oleh Katkov, pemimpin redaksi Defense Express, menjelaskan bahwa meskipun negara lain bisa membuat drone pencegat, Ukraina memiliki satu-satunya sistem massal dan teruji. "Ada perbedaan besar antara sistem produksi massal yang terbukti berhasil dalam pertempuran nyata dengan sesuatu yang baru dijanjikan untuk dikembangkan pihak lain," ujar Oleh Katkov.
Keberhasilan kerja sama dengan para mitra ini dapat memunculkan Ukraina sebagai pemain baru dalam peperangan modern. Meski begitu, masih belum jelas apakah industri mereka dapat meningkatkan produksi atau berekspansi ke pasar global tanpa mengorbankan pertahanan sendiri.
Lonjakan minat dari Timur Tengah ini terjadi saat negara Teluk menembak drone Iran yang jauh lebih murah dengan rudal mahal. Drone Shahed berharga sekitar USD 30.000, sementara satu rudal pencegat Patriot memakan hingga jutaan dolar.
Untuk melawan Shahed, Kyiv mengembangkan drone pencegat murah dengan harga sekitar USD 1.000 hingga 2.000. Namun Ukraina tidak mengembangkan pertahanan terhadap rudal balistik. Oleh sebab itu, mengamankan pasokan rudal Patriot tetap menjadi tantangan hidup dan mati.
Zelenskyy menawarkan barter. "Pesan kami sangat sederhana. Kami ingin secara diam-diam menerima rudal Patriot yang saat ini sangat kami butuhkan, dan memberi mereka drone pencegat dalam jumlah yang setara," sebutnya.
Terlepas dari optimisme Zelenskyy, sejumlah analis memperingatkan bahwa memasuki pasar senjata global tak sederhana. Yevhen Mahda, direktur Institute of World Policy, mengatakan bahwa perdagangan senjata adalah masalah yang sangat rumit dan sensitif.
AS dan negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar, berulang kali mengajukan permintaan untuk drone pencegat produksi domestik Ukraina. Marco Kushnir, juru bicara General Cherry, produsen salah satu drone pencegat Shahed dengan performa terbaik, mengatakan, "Kami siap untuk membagikannya, dan kami ingin membagikannya."
Kushnir mengatakan keputusan akhirnya bergantung pada pemerintah dan Zelenskyy. Namun, perusahaannya sangat ingin membantu dan bisa melakukannya dalam hitungan hari. Mereka memiliki kapasitas memproduksi puluhan ribu drone pencegat setiap bulannya.
Ukraina saat ini memiliki surplus drone pencegat. Para produsen menyatakan mereka bisa memproduksi puluhan ribu lebih banyak tanpa mengorbankan pertahanan negara. Tantangan terbesarnya justru terletak pada pelatihan kru dan pengintegrasian drone dengan sistem radar.
Beberapa perusahaan Ukraina berhasil mengerahkan sistem efektif. Drone pencegat "Bullet" milik General Cherry diklaim menjatuhkan beberapa ratus drone Shahed. P1-Sun hasil cetak 3D buatan Skyfall, hanya seharga sekitar 1.000 dolar AS dan dapat mencapai kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam. Kapasitas produksinya 50.000 drone per bulan.
Andrii Taganskyi, direktur di Odd Systems yang memasok kamera untuk drone, menekankan pentingnya melatih kru asing. Oleh Katkov menambahkan bahwa meskipun beberapa model sudah sebagian otomatis, kru tetap butuh pelatihan. "Ini adalah alat yang membutuhkan pelatihan," kata Oleh Katkov.