Laba Bersih Bank Permata Tumbuh 16,6 Persen pada Kuartal I 2026

PT Bank Permata Tbk mencatatkan kenaikan laba bersih 16,6% YoY pada Maret 2026 didorong oleh pendapatan non-bunga dan penyaluran kredit segmen korporasi.

PT Bank Permata Tbk membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal I 2026 yang berakhir per 31 Maret 2026 di Jakarta. Pencapaian positif institusi keuangan ini utamanya ditopang oleh kenaikan pendapatan non-bunga yang tercatat tumbuh 11,9 persen YoY.

Berdasarkan data yang dilansir dari Medcom, realisasi penyaluran kredit Bank Permata hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp161 triliun atau naik 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan intermediasi tersebut didominasi oleh segmen korporasi yang melonjak 6,5 persen menjadi Rp98,2 triliun.

Selain korporasi, segmen komersial juga memberikan kontribusi dengan kenaikan sebesar 1,8 persen menjadi Rp19,7 triliun. Manajemen menegaskan bahwa strategi ekspansi kredit tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian guna merespons ketidakpastian kondisi ekonomi global.

"Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset, dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang kuat," ujar Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli.

Dari aspek likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) perusahaan naik menjadi 87,1 persen dari posisi sebelumnya 83,2 persen. Efisiensi struktur pendanaan turut meningkat seiring menguatnya rasio dana murah (CASA) ke level 65,5 persen, melampaui capaian tahun lalu sebesar 58,6 persen.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL gross) pada level 2,2 persen. Sebagai langkah mitigasi risiko, Bank Permata membentuk pencadangan yang kuat dengan NPL coverage sebesar 355,7 persen serta menempuh langkah restrukturisasi hingga penjualan aset untuk penyelesaian kredit bermasalah.

Posisi permodalan bank tercatat sangat solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 33,9 persen dan Common Equity Tier-1 (CET-1) sebesar 25,9 persen. Angka ini memosisikan Bank Permata sebagai salah satu bank dengan struktur modal terkuat di kelompok bank komersial besar Indonesia.

Kinerja positif juga merambah ke unit usaha syariah yang mencatatkan laba operasional sebelum provisi sebesar Rp198,4 miliar, atau naik 5,3 persen YoY. Pendapatan operasional Permata Bank Syariah tercatat mengalami kenaikan 3,4 persen secara tahunan pada periode laporan ini.

Recommended