Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Naik 45% pada Februari 2026

Pada Februari 2026, volume trading tokenisasi aset di PINTU meningkat 45%. Minat investor terhadap aset global semakin tinggi.

Platform investasi aset crypto, PT Pintu Kemana Saja (PINTU), mencatat peningkatan minat pengguna terhadap tokenisasi aset. Hal ini mendorong PINTU untuk memperluas pilihan aset crypto yang diperdagangkan.

Peningkatan ini terlihat dari data internal PINTU, di mana trading volume per pengguna untuk kategori tokenisasi aset naik 45 persen pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, jumlah pengguna kumulatif juga tumbuh sebesar 9,18 persen pada periode yang sama.

Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengatakan data ini menunjukkan minat yang semakin besar dari pengguna untuk mengakses aset global melalui tokenisasi. "Kami mencatat lonjakan trading volume per pengguna sebesar 45 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan disertai pertumbuhan jumlah pengguna kumulatif sebesar 9,18 persen di periode yang sama. Data ini menunjukkan semakin besarnya minat pengguna untuk mengakses aset global melalui tokenisasi," kata Iskandar, Selasa, 17 Maret 2026.

PINTU saat ini memperdagangkan lebih dari 30 tokenisasi aset, termasuk saham, Exchange-Traded Fund (ETF), dan komoditas seperti emas dan perak dalam bentuk aset crypto. Fleksibilitas dalam berinvestasi secara produktif di berbagai sektor pasar modal dunia menjadi salah satu daya tarik utama.

Tiga aset tokenisasi yang paling banyak diperdagangkan di PINTU saat ini adalah NVDAx (NVIDIA), AAPLx (Apple), dan GOOGLx (Google). Iskandar menambahkan, tingginya aktivitas pada aset-aset tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna terhadap saham-saham teknologi global unggulan.

“Tingginya aktivitas pada aset-aset tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna terhadap saham-saham teknologi global unggulan. Selain itu, melalui tokenisasi ini pengguna dapat melakukan diversifikasi portofolio, tidak hanya pada aset crypto tetapi juga pada aset yang ditokenisasi seperti saham, ETF, hingga komoditas yang dapat diakses dalam satu aplikasi dengan pilihan aset yang telah dikurasi untuk memastikan kualitas aset dan keamanan pengguna,” tuturnya.

Secara global, tren tokenisasi aset juga menunjukkan pertumbuhan positif. Data dari Tokenizer Estate News per 9 Maret 2026 menunjukkan bahwa pasar token Real World Asset (RWA) terus meningkat, dengan total nilai pasar mencapai USD26,54 miliar atau Rp450,49 triliun, naik 2,20 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Jumlah pemegang aset juga meningkat menjadi 663.000 wallet, menandakan adopsi tokenisasi yang semakin luas di berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa tokenisasi aset mulai dilihat sebagai alternatif bagi investor untuk mengakses berbagai kelas aset melalui teknologi blockchain.

“Kami memahami investor crypto di Indonesia tidak hanya selektif dalam mencari aset investasi, tetapi juga melakukan diversifikasi portofolio yang lebih terukur. Melalui listing tokenisasi aset ini, PINTU ingin memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna untuk menjangkau berbagai aset global dalam satu aplikasi yang aman, praktis, dan teregulasi oleh OJK. Kami berharap masyarakat dapat mengeksplorasi peluang ini secara bijak,” jelasnya.

Recommended