Tim pabrikan Yamaha telah menjalin komunikasi awal dengan pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio, guna mencari opsi pembalap untuk ajang MotoGP musim 2027. Langkah ini diambil menyusul indikasi kuat bahwa Pecco Bagnaia, yang sebelumnya menjadi target utama, akan bergabung dengan Aprilia setelah kontraknya di Ducati berakhir.
Seperti dilansir dari Bola, Yamaha sebelumnya berambisi menyatukan dua rival utama perebutan gelar MotoGP 2023 dan 2024, Pecco Bagnaia dan Jorge Martin, untuk musim 2027. Gagasan ini muncul di tengah spekulasi kepindahan Fabio Quartararo ke Honda dan berakhirnya kontrak Alex Rins. Namun, dinamika di pasar pembalap menunjukkan arah yang berbeda.
Pecco Bagnaia dilaporkan hampir mencapai kesepakatan untuk menggantikan Jorge Martin di tim Aprilia. Juara dunia MotoGP dua kali itu menolak tawaran gaji lebih tinggi dari Yamaha. Prioritas utamanya adalah mendapatkan motor yang kompetitif untuk menghadapi era regulasi baru MotoGP 2027, daripada sekadar mengejar gaji besar.
Dikabarkan pula bahwa Bagnaia menolak pemotongan gaji signifikan demi tetap bersama tim pabrikan Ducati. Ia memilih untuk bergabung dengan rekan sesama akademi VR46, Marco Bezzecchi, di Aprilia, membentuk susunan pembalap serba Italia di MotoGP 2027.
Meskipun demikian, Yamaha masih berpeluang merekrut pembalap yang saat ini bernaung di bawah Ducati. Pembicaraan dengan Di Giannantonio menjadi bukti keseriusan Yamaha dalam membangun skuad yang kompetitif.
Laporan dari The Race menyebutkan bahwa Ducati kemungkinan akan menganggap Fabio Di Giannantonio 'tidak lagi dibutuhkan' setelah kontraknya berakhir usai musim 2026. Ducati diperkirakan akan lebih fokus mempertahankan Fermin Aldeguer, yang memiliki opsi kontrak hingga 2028 untuk debut di MotoGP bersama Gresini pada tahun 2025.
Selain itu, Ducati juga mempertimbangkan serius untuk memindahkan pembalap World Superbike mereka, Nicolo Bulega, ke kelas MotoGP. Kondisi ini menempatkan Di Giannantonio di pasar bebas, membuka jalan bagi Yamaha untuk menjadikannya pengganti Alex Rins.
Jack Miller Juga Masuk Radar Yamaha
Selain Di Giannantonio, Jack Miller menjadi nama lain yang masuk dalam pertimbangan Yamaha. Namun, merekrut Miller dari tim satelit Pramac bukanlah prioritas utama mereka saat ini.
Meskipun Jack Miller menunjukkan performa solid selama pramusim dengan motor baru Yamaha M1 V4 di Sepang dan Buriram, pembalap Australia itu perlu konsisten menunjukkan penampilan prima sepanjang MotoGP 2026 agar mendapatkan kontrak dari tim pabrikan.
Yamaha sendiri telah memperpanjang kontrak Miller untuk satu tahun kedua bersama tim satelit Pramac pada September 2025. Keputusan ini diambil setelah mereka berhasil membujuk Toprak Razgatlioglu dari World Superbike untuk bergabung dengan Pramac melalui kontrak pabrikan dua tahun.
Meskipun Miller menjadi pembalap Yamaha terbaik kedua di klasemen 2025 setelah Fabio Quartararo, ia tetap menjadi alternatif pilihan kedua bagi tim Iwata setelah gagal mendapatkan Bagnaia.