Wacana Sekolah Daring April 2026 Dibatalkan Pemerintah

Pemerintah membatalkan wacana sekolah daring pada April 2026. Keputusan ini mempertimbangkan aspek akademik dan pendidikan karakter.

Pemerintah secara resmi membatalkan rencana pemberlakuan sekolah daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sebelumnya direncanakan pada April 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat lintas kementerian yang dilaksanakan pada 23 Maret 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa seluruh pelajar akan kembali mengikuti pembelajaran di sekolah seperti biasa setelah masa libur Lebaran usai. Ia mengungkapkan dua pertimbangan utama yang mendasari pembatalan wacana sekolah daring ini.

"Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter," kata Mu'ti kepada Medcom.id, Rabu, 25 Maret 2026.

Lebih lanjut, Mu'ti menjelaskan bahwa detail mengenai pelaksanaan pembelajaran ke depan akan diinformasikan melalui Surat Edaran (SE) Mendikdasmen.

"Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Dikdasmen," ujar Mu'ti.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno juga telah menyampaikan bahwa proses pembelajaran akan tetap berlangsung seperti biasa, dengan siswa hadir secara fisik di sekolah.

"Pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa," kata Pratikno dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 25 Maret 2026.

Salah satu alasan utama pembatalan rencana sekolah daring adalah kekhawatiran akan terjadinya learning loss atau kehilangan pembelajaran pada siswa selama berada di rumah. Pemerintah berupaya untuk memastikan sektor pendidikan dapat berjalan optimal.

"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," beber Pratikno.

Pratikno juga mengakui bahwa opsi pembelajaran hybrid sempat dipertimbangkan, namun dinilai belum mendesak untuk diterapkan saat ini. Dengan demikian, pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas.

Ia menambahkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memberikan prioritas tinggi pada sektor pendidikan, sehingga kualitas pendidikan menjadi fokus utama.

"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujar Pratikno.

Recommended