Saham Eropa Anjlok Akibat Perang AS-Israel Vs Iran

Sejumlah saham di Eropa mengalami penurunan tajam akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pasca serangan AS-Israel ke Iran.

Perdagangan saham di Eropa mengalami penurunan signifikan pada hari Selasa (3/3/2026) akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama setelah serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Teheran pada Sabtu (28/2) lalu.

Menurut laporan dari CNBC, mayoritas indeks saham di Eropa menunjukkan koreksi. Indeks Pan-Eropa Stoxx 600, misalnya, mengalami penurunan sebesar 3,2% pada pukul 11.12 waktu London. Penurunan ini memperburuk tren negatif yang telah terjadi sejak perdagangan Senin, yang ditutup dengan pelemahan sebesar 1,6%.

Sektor perbankan mengalami penurunan paling signifikan dalam indeks tersebut, yaitu sebesar 4,3%. Saham perusahaan asuransi juga turun 4,4%, diikuti oleh penurunan serupa pada saham utilitas. Selain itu, indeks Stoxx Aerospace and Defense, yang mencakup perusahaan-perusahaan di sektor pertahanan, mengalami pelemahan sebesar 2,8% pada penutupan perdagangan Senin.

Sektor perjalanan dan rekreasi juga terkena dampak, dengan penurunan sebesar 2,7% akibat penutupan sejumlah wilayah udara di Timur Tengah. Hal ini memaksa maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk membatalkan ribuan penerbangan.

Harga minyak mentah global melonjak pada perdagangan Senin menyusul konflik AS-Israel terhadap Iran. Lonjakan ini dipicu oleh pernyataan Garda Revolusi Iran yang menutup Selat Hormuz.

Garda Revolusi Iran bahkan mengancam akan membakar kapal-kapal yang mencoba melewati jalur tersebut. Konflik ini telah berlangsung selama empat hari tanpa ada tanda-tanda penyelesaian yang jelas.

Para pemimpin militer AS menyatakan bahwa akan ada lebih banyak pasukan yang diterjunkan dalam perang tersebut. Presiden AS, Donald Trump, memperkirakan perang akan berlangsung selama empat hingga lima minggu.

Recommended