Main dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta dan Tangerang, Wahana Makmur Sejati, mengimbau para pengguna kendaraan untuk melakukan penggantian busi secara rutin pada Kamis, 7 Mei 2026. Langkah ini diperlukan guna memastikan proses pembakaran mesin tetap sempurna dan efisien.
Technical Analyst Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menyatakan bahwa busi yang bermasalah dapat memicu berbagai gangguan teknis seperti mesin sulit dinyalakan hingga peningkatan konsumsi bahan bakar. Dilansir dari Medcom, penurunan performa ini sering tidak disadari oleh para pemilik kendaraan karena terjadi secara bertahap.
"Busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh," jelas Wahyu Budhi dalam keterangan resminya.
Beberapa tanda kerusakan yang perlu diwaspadai meliputi akselerasi motor yang terasa tersendat atau brebet saat tuas gas ditarik. Selain itu, mesin yang mengeluarkan suara kasar atau getaran berlebih saat posisi langsam juga menjadi indikasi kuat adanya masalah pada sistem pengapian.
Wahana Honda merekomendasikan pemilik motor untuk mengganti komponen ini setiap jarak tempuh 8.000 hingga 12.000 kilometer. Meski jarak tersebut belum tercapai, busi yang sudah digunakan lebih dari satu tahun tetap disarankan untuk diganti demi menjaga kualitas percikan api tetap prima.
Kondisi fisik busi juga harus diperiksa secara manual untuk melihat adanya keausan pada elektroda atau tumpukan kerak karbon. Penggantian disarankan menggunakan suku cadang asli di bengkel resmi AHASS guna menjamin standar pengerjaan dan menjaga masa garansi kendaraan tetap berlaku.
Sebagai solusi praktis, konsumen dapat menggunakan aplikasi WANDA untuk mengatur jadwal perawatan tanpa perlu mengantre. Fasilitas ini mempermudah pengguna memantau riwayat servis dan mendapatkan pengingat berkala mengenai kondisi komponen vital kendaraan mereka.