Wamenkop Jamin Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih Bebas Titipan

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah memastikan rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih berjalan obyektif tanpa praktik jalur khusus orang dalam.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan bahwa proses rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan secara obyektif tanpa intervensi pihak manapun pada Jumat (8/5/2026). Kepastian ini disampaikan guna menepis isu mengenai adanya jalur khusus atau praktik titipan dalam tahapan seleksi yang sedang berjalan.

Narasi mengenai kecurangan muncul di media sosial setelah terjadi gangguan teknis pada ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT). Dilansir dari Detik Finance, gangguan tersebut sempat memicu spekulasi publik bahwa ada kesengajaan untuk menggugurkan peserta demi memberi ruang bagi calon titipan.

"Nggak, nggak ada. Seperti yang disampaikan oleh Pak Zulhas dijamin tidak ada titipan," ujar Farida Farichah, Wakil Menteri Koperasi dalam konferensi pers di Jakarta Selatan. Penegasan tersebut bertujuan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap integritas sistem seleksi nasional yang sedang berlangsung.

Pihak kementerian juga memberikan peringatan keras terkait potensi praktik penipuan yang memanfaatkan momen rekrutmen ini. Farida menyebutkan jika ada oknum yang menawarkan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang, tindakan tersebut dapat dipastikan sebagai bentuk penipuan murni.

Dalam pelaksanaan teknisnya, Kementerian Koperasi berperan sebagai koordinator dalam panitia seleksi nasional (panselnas). Sementara itu, posisi koordinator utama rekrutmen dipegang oleh BP BUMN dengan dukungan teknis pelaksanaan ujian dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Pemerintah menjamin transparansi penuh dalam seluruh rangkaian tes untuk memastikan manajer yang terpilih memiliki kompetensi yang sesuai. Farida menekankan bahwa hasil akhir seleksi sepenuhnya bergantung pada kemampuan masing-masing peserta dalam menjawab soal ujian.

"Ini murni seleksi sesuai dengan ujian dan doa orang tuanya masing-masing," kata Farida Farichah memungkasi penjelasannya mengenai objektivitas proses rekrutmen tersebut.

Recommended