Penipuan Digital Berkedok Promosi Ramadan Marak

Kaspersky menemukan kampanye penipuan digital berkedok promosi Ramadan, dengan OJK mencatat 13.130 laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadan 2026.

Momentum Ramadan kembali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber dengan berbagai modus penipuan digital. Kaspersky menemukan kampanye penipuan yang menyamar sebagai promosi Ramadan yang menargetkan pengguna internet di Indonesia.

Dalam aksinya, pelaku membuat halaman promosi palsu berbahasa Indonesia yang meniru perusahaan atau merek dagang. Korban kemudian diminta memasukkan nomor telepon untuk mengikuti program promosi yang diklaim terkait Ramadan.

Selanjutnya, korban diarahkan untuk membagikan tautan kampanye tersebut ke teman-teman melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Facebook Messenger. Tautan tersebut mengarah ke skema penipuan lain yang bertujuan meningkatkan trafik dan mengumpulkan nomor telepon.

Menurut Defi Nofitra, Country Manager Indonesia di Kaspersky, periode promosi besar seperti Ramadan sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber karena tingginya aktivitas belanja dan berbagi informasi di internet.

Nofitra juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh penipu. AI digunakan untuk membuat pesan phishing yang lebih meyakinkan dan tertarget. Hal ini mempersulit upaya penipuan untuk dikenali oleh pengguna biasa.

"Sangat mengkhawatirkan bagaimana para penipu sekarang juga menggunakan AI untuk membuat upaya phishing menjadi lebih canggih dan tertarget sehingga membuatnya semakin sulit dikenali oleh pengguna biasa, yang menjadikan pemasangan solusi keamanan di perangkat sangat penting," kata Defi, Senin (16/3/2026).

Data Kaspersky menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, ada 14.909.665 ancaman siber berbasis web yang berhasil dideteksi dan diblokir di Indonesia. Secara keseluruhan, sekitar 22,4% pengguna internet di Indonesia menghadapi ancaman online selama periode Januari hingga Desember tahun tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat lonjakan kasus penipuan pada awal Ramadan tahun ini. Dalam 10 hari pertama Ramadan 2026, OJK menerima 13.130 laporan penipuan yang melibatkan 22.593 rekening.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan digital, Kaspersky menyarankan beberapa langkah pencegahan:

  • Verifikasi pengirim dan tautan sebelum mengklik promosi yang diterima melalui email atau aplikasi pesan.
  • Ketik alamat situs web resmi secara manual di browser, daripada mengklik tautan yang dikirimkan.
  • Hindari menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya.
  • Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor untuk meningkatkan keamanan akun.

Kaspersky juga mengingatkan agar pengguna tidak membagikan informasi sensitif seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau nomor rekening bank melalui pesan atau telepon dari pihak yang tidak dikenal. Penggunaan perangkat lunak keamanan yang selalu diperbarui juga dinilai penting untuk mendeteksi dan memblokir ancaman siber secara otomatis.

Recommended