Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan digital. VIDA meluncurkan kampanye "Jangan Asal Klik" untuk mengedukasi masyarakat tentang risiko ini.
Kampanye ini hadir seiring dengan data yang menunjukkan peningkatan aktivitas kejahatan siber saat periode pencairan THR. Komdigi mencatat sekitar 1.700 laporan scam setiap harinya, sementara OJK mencatat kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun.
Kampanye "Jangan Asal Klik" bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi penipuan digital, terutama saat transaksi online meningkat pada periode THR. VIDA juga merilis whitepaper berjudul “VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook” yang membahas lonjakan penipuan digital selama periode pencairan dana massal.
Selain THR, laporan VIDA juga menyoroti pola "payday pulse", yaitu peningkatan risiko penipuan digital setiap bulan pada tanggal 25-28, bertepatan dengan periode gajian.
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi RI, Teguh Afriyadi, menjelaskan bahwa tren penipuan digital sangat dipengaruhi oleh momentum tertentu.
"Setidaknya ada sekitar 1.700 laporan terkait scam setiap hari. Polanya meningkat dan sangat bergantung momentum, biasanya menjelang Lebaran, Natal, dan libur sekolah. Salah satu pemicunya adalah kebiasaan masyarakat yang terlalu cepat percaya tanpa verifikasi kebenarannya," ujar Teguh.
Data dari CekRekening.id menunjukkan bahwa penipuan digital paling sering terjadi melalui aplikasi pesan dan media sosial. Tercatat 396.691 laporan terkait rekening bank dan e-wallet yang terindikasi penipuan melalui aplikasi pesan (2017-31 Oktober 2025), serta 281.050 laporan dari kasus di media sosial.
Penyebab Masyarakat Terjebak Penipuan
Kebiasaan pengguna yang langsung merespons pesan atau tautan tanpa verifikasi menjadi penyebab utama maraknya penipuan digital. Kampanye "Jangan Asal Klik" mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak dan memeriksa potensi kecurigaan sebelum bertindak.
Chief Operating Officer VIDA, Victor Indajang, menekankan bahwa penipuan digital semakin terorganisir dan berkembang seperti industri. Kesadaran diri menjadi garda terdepan perlindungan: jangan mudah tergiur, jangan terburu-buru, biasakan stop, cerna, verifikasi, baru bertindak.
Tips Aman Hindari Scam Digital
VIDA mengajak masyarakat membangun kebiasaan digital yang lebih aman, terutama saat periode THR:
- Jangan klik link dari pesan tidak dikenal, apalagi yang menciptakan rasa panik
- Jangan bagikan OTP, PIN, atau kode verifikasi dalam bentuk apa pun
- Waspadai file APK atau dokumen yang meminta instalasi aplikasi tambahan
- Verifikasi ulang setiap permintaan transfer dana, meski mengatasnamakan orang terdekat
"Di periode pencairan THR, satu tautan palsu yang terlihat meyakinkan bisa memicu account takeover atau pencurian data dalam hitungan detik. Siapa pun bisa terjerat. … Kami percaya kesadaran publik adalah fondasi keamanan dan kepercayaan di ekosistem digital. Edukasi perlu dimulai dari diri sendiri dengan memahami tanda-tanda penipuan, menyadari risikonya, dan berpikir dua hingga tiga kali sebelum mengeklik tautan," ujar Victor.