Milomir Seslija, pelatih Persis Solo, mengungkapkan kepuasannya terhadap perkembangan yang ditunjukkan oleh anak asuhnya setelah melewati jeda kompetisi BRI Super League 2025/2026. Meskipun belum berhasil meraih kemenangan pada pertandingan terakhir, tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini disebutnya telah bermain sesuai ekspektasi.
Hasil imbang saat menghadapi PSM Makassar di pekan ke-26 dinilai adil oleh Seslija, seperti dilansir dari Bola. Poin tambahan ini dianggap penting sebagai modal untuk menjaga posisi tim agar tetap aman dari zona degradasi.
Saat ini, Persis Solo berada di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan mengoleksi 21 poin. Dua tim pesaing terdekat, Madura United dan Semen Padang, tidak mampu mengejar karena sama-sama menelan kekalahan pada pekan ke-26.
Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu menyatakan, "Satu poin ini tetap berharga bagi kami untuk bisa bertahan di kasta tertinggi." Ia juga menambahkan bahwa tim harus memiliki motivasi lebih untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya.
Pertandingan berikutnya menjadi sangat krusial bagi Persis Solo. Mereka akan menjamu Semen Padang, tim yang juga bersaing ketat di papan bawah klasemen, pada pekan ke-27.
Apresiasi untuk Staf Pelatih dan Tren Positif
Seslija tidak hanya memberikan apresiasi kepada para pemain, tetapi juga kepada staf pelatih yang telah mempersiapkan tim secara optimal selama masa jeda. Menurutnya, hal ini krusial untuk menjaga konsistensi Persis dalam menghadapi lanjutan kompetisi.
"Saya juga ingin memberi apresiasi ekstra untuk staf pelatih dan ofisial yang telah membantu saya menyiapkan pemain," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa tim telah mengorbankan banyak hal, termasuk menggelar pemusatan latihan di Jogja saat tim lain berlibur.
Dengan hasil imbang ini, Laskar Sambernyawa mampu melanjutkan tren positif mereka pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Sejauh ini, mereka belum tersentuh kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir.
Kepuasan atas Penampilan Pemain
Milo juga merasa puas dengan performa yang ditunjukkan para pemainnya saat melawan PSM. Meski gagal meraih kemenangan, pelatih berusia 61 tahun tersebut menganggap hasil ini adil mengingat lawan yang dihadapi adalah tim kuat.
"Hasil ini juga diraih berkat kerja keras para pemain. Mereka telah memberikan seluruh kemampuan terbaiknya," kata Seslija. Namun, ia mengakui bahwa target sebenarnya adalah kemenangan di kandang PSM, bukan sekadar hasil imbang.
Secara permainan, ia menyoroti kemampuan tim dalam menciptakan peluang yang baik dari set-plays dan organisasi yang lebih rapi. "Memang tidak mudah untuk bermain kreatif menghadapi tim seperti PSM," imbuhnya.
Persis Solo dituntut untuk mempertahankan performa impresifnya guna menjaga jarak dari zona merah. Tim memiliki modal positif menjelang laga kandang melawan Semen Padang, setelah meraih dua kemenangan di kandang sebelumnya.