WhatsApp Peringatkan Pengguna iPhone Terkait Aplikasi Spyware Palsu

WhatsApp memperingatkan 200 pengguna iPhone yang mengunduh aplikasi palsu berisi spyware dari perusahaan Italia, SIO, dan mengambil tindakan hukum.

WhatsApp kembali menekankan pentingnya menginstal aplikasi resmi yang bersumber dari platform terpercaya. Baru-baru ini, perusahaan milik Meta tersebut menginformasikan sekitar 200 penggunanya yang terindikasi mengunduh versi palsu aplikasi WhatsApp untuk iPhone, yang ternyata disusupi spyware berbahaya.

WhatsApp menuding SIO, sebuah perusahaan pengembang spyware asal Italia, sebagai pihak yang menciptakan dan menyebarkan aplikasi palsu ini. Sebagai respons, WhatsApp berencana melayangkan permintaan hukum formal agar SIO menghentikan kegiatan ilegal tersebut.

“Tim keamanan kami secara proaktif mengidentifikasi sekitar 200 pengguna, sebagian besar berlokasi di Italia, yang kami duga telah mengunduh aplikasi tidak resmi yang berbahaya,” demikian pernyataan resmi WhatsApp, seperti dikutip dari Detik iNET, Kamis (2/4/2026).

Perusahaan kemudian mengambil langkah cepat. Mereka telah menonaktifkan akun para pengguna tersebut, memberikan peringatan mengenai risiko privasi dan keamanan yang timbul akibat penggunaan aplikasi tidak resmi, serta mendesak mereka untuk segera menghapus aplikasi palsu tersebut dan menginstal WhatsApp versi resmi.

Prioritas utama WhatsApp adalah memastikan perlindungan bagi para pengguna yang mungkin menjadi korban penipuan dengan mengunduh aplikasi iOS palsu tersebut.

Tahun sebelumnya, media TechCrunch melaporkan bahwa SIO juga terlibat dalam pengembangan serangkaian aplikasi Android berbahaya yang mengandung spyware. Aplikasi tersebut termasuk versi palsu dari WhatsApp serta aplikasi dukungan pelanggan yang dibuat untuk menipu. Spyware buatan SIO ini dikenal dengan nama Spyrtacus, yang teridentifikasi dalam kode perangkat lunaknya.

Pemanfaatan aplikasi palsu untuk menargetkan individu dalam operasi pengawasan merupakan taktik yang kerap digunakan oleh otoritas di Italia. Mereka sering bekerja sama dengan penyedia layanan seluler untuk mengirimkan tautan phishing kepada pelanggan. Praktik ini bertujuan untuk memancing korban agar mengunduh aplikasi berbahaya tersebut.

Insiden Serupa Sebelumnya

Pengumuman terbaru dari WhatsApp ini datang sekitar setahun setelah insiden serupa. Pada saat itu, WhatsApp juga memperingatkan sekitar 90 pengguna yang menjadi sasaran spyware buatan Paragon Solutions, sebuah perusahaan pengintai asal Amerika Serikat dan Israel. Peringatan tersebut kala itu ditujukan kepada jurnalis dan aktivis pro-imigrasi, yang kemudian memicu skandal besar di Italia.

Recommended