Marian Mihail Tegaskan Bertahan di PSBS Biak Meski Terdegradasi

Pelatih PSBS Biak Marian Mihail menyatakan tetap menghormati kontrak hingga 2027 di tengah krisis finansial dan degradasi klub ke Liga 2.

Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, memberikan pernyataan resmi terkait komitmen masa depannya bersama klub berjuluk Badai Pasifik tersebut dalam konferensi pers di Bantul pada Kamis, 7 Mei 2026. Mihail menegaskan akan tetap menjalankan tugasnya secara profesional meski tim sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Kepastian posisi Mihail ini disampaikan menjelang laga pekan ke-32 kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026 melawan Dewa United. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 19.00 WIB.

Dilansir dari Bola, juru taktik berusia 67 tahun tersebut menekankan bahwa dirinya masih terikat kontrak sah hingga akhir musim 2027. Mihail memilih untuk tidak membuka sesi tanya jawab dengan awak media dan fokus menjelaskan situasi internal yang tengah membelit klub asal Papua tersebut.

"Saya memiliki kontrak yang sah dengan PSBS Biak hingga akhir musim 2027, dan saya sepenuhnya berniat untuk menghormati serta menjalankan kontrak tersebut secara profesional," kata Marian Mihail, Pelatih PSBS Biak.

Selain masalah degradasi, PSBS Biak saat ini sedang didera krisis finansial berupa tunggakan gaji pemain selama empat bulan. Kondisi ini diperparah dengan adanya gangguan internal dan masalah disiplin yang dinilai Mihail sangat memengaruhi performa tim di lapangan hijau.

Mihail mengungkapkan bahwa ia mewarisi skuad yang sudah terbentuk sebelum kedatangannya dan menghadapi intervensi dari pihak luar. Mantan pelatih PSS Sleman ini sebelumnya bahkan sempat mendapatkan penolakan dari sejumlah pemain dan absen mendampingi tim saat laga melawan Malut United pada akhir April lalu.

Mengenai krisis finansial, Mihail menyebut adanya jaminan dari otoritas sepak bola nasional pada 17 April 2026 terkait perlindungan kewajiban finansial bagi pemain dan staf. Ia meminta agar masalah internal ini tidak dibawa ke ranah publik melalui aksi mogok bermain yang dapat merusak citra sepak bola Indonesia.

Untuk sisa kompetisi musim ini, manajemen PSBS Biak melalui arahan Mihail dipastikan hanya akan menurunkan pemain yang menunjukkan komitmen tinggi. Langkah restrukturisasi teknis dan manajerial direncanakan akan segera dilakukan agar klub dapat segera bangkit dari kegagalan musim ini.

Recommended