Meta Platforms merancang transformasi besar bagi WhatsApp untuk menjadi platform media sosial fungsional yang dijadwalkan meluncur sepanjang tahun 2026 ini. Langkah strategis tersebut bertujuan meningkatkan intensitas interaksi pengguna melampaui sekadar aplikasi pertukaran pesan teks konvensional.
Rencana perubahan besar ini pertama kali dilaporkan oleh 24NewsHD TV dan dilansir dari Detik iNET pada Selasa (5/5). Pembaruan sistem akan difokuskan pada cara pengguna berbagi konten visual seperti foto dan video secara lebih aktif dan dinamis dalam ekosistem aplikasi.
Salah satu inovasi utama yang disiapkan adalah pengenalan fitur nama pengguna atau username bagi seluruh pemilik akun. Fitur ini memungkinkan komunikasi antarindividu terjalin tanpa perlu saling membagikan nomor telepon pribadi, mengadopsi mekanisme interaksi yang telah diterapkan di Instagram.
Pihak pengembang menyatakan bahwa sistem username diharapkan mampu memperkuat privasi pengguna sekaligus mempermudah koneksi dengan relasi baru. Selain itu, fitur Status WhatsApp akan mendapatkan peningkatan signifikan dengan penambahan opsi musik dan fitur interaktif 'Tambahkan Milik Anda'.
Perubahan lain menyasar bagian informasi 'Tentang' yang diprediksi akan mendukung unggahan pesan singkat dengan durasi tayang terbatas selama 24 jam. Meta juga tengah menyiapkan berbagai tema obrolan baru serta peningkatan sistem saran stiker untuk memperkaya pengalaman visual pengguna.
Pemanfaatan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) juga masuk dalam daftar pengembangan guna membantu proses penulisan pesan dan penyuntingan gambar secara otomatis. Seluruh rangkaian pembaruan ini merupakan upaya Meta menjadikan WhatsApp lebih modern agar tetap kompetitif di pasar global.
Meskipun demikian, rencana transformasi ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna setia terkait potensi hilangnya aspek kesederhanaan aplikasi. Integrasi fitur media sosial yang kompleks dikhawatirkan dapat mengubah identitas WhatsApp sebagai layanan komunikasi yang simpel dan efisien.