Aplikasi perpesanan WhatsApp mulai menguji fitur penyimpanan cloud internal yang dilengkapi sistem enkripsi end-to-end pada Rabu (29/4/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat keamanan data cadangan percakapan pengguna secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada layanan pihak ketiga.
Dilansir dari Medcom, pengembangan ini memungkinkan sistem backup chat tidak lagi tersentralisasi pada Google Drive atau iCloud. Melalui pendekatan baru tersebut, Meta sebagai induk perusahaan memiliki kendali infrastruktur yang lebih besar terhadap perlindungan privasi penggunanya.
Sistem enkripsi end-to-end yang diterapkan memastikan bahwa hanya pemilik akun yang dapat mengakses data cadangan tersebut. Pihak WhatsApp secara teknis tidak dapat membaca isi percakapan yang tersimpan di dalam layanan cloud internal mereka sendiri.
Sebelumnya, celah keamanan berpotensi muncul pada cadangan di layanan eksternal jika pengguna tidak mengaktifkan fitur enkripsi tambahan secara manual. Kehadiran sistem baru ini diharapkan mampu memberikan perlindungan data yang lebih menyeluruh bagi seluruh pengguna platform tersebut.
Para pengamat menilai inovasi ini akan memperkuat posisi WhatsApp sebagai platform komunikasi yang fokus pada aspek privasi. Selain itu, integrasi proses pencadangan di dalam aplikasi diprediksi akan menjadi lebih lancar bagi para penggunanya.
Meski demikian, perubahan skema ini diprediksi akan membawa penyesuaian baru terkait kapasitas penyimpanan data. Belum ada informasi resmi mengenai batasan kuota atau kemungkinan adanya skema layanan tertentu yang akan diterapkan di masa depan.
Saat ini fitur cloud internal tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan pengujian terbatas. WhatsApp belum memberikan pernyataan resmi mengenai jadwal perilisan fitur ini kepada publik secara global di tahun 2026.