Inter Milan dan AC Milan mendominasi perolehan pendapatan dari sponsor jersey di Serie A. Namun, kesenjangan pendapatan antara klub besar dan klub lainnya masih sangat besar.
Menurut laporan CalcioMercato yang dikutip Football Italia, Rabu (18/3/2026), baik Inter maupun Milan menerima €30 juta (Rp586 miliar) per musim dari sponsor utama mereka.
Inter bekerja sama dengan Betsson, yang logonya ditampilkan sebagai Betsson.sport di jersey untuk mematuhi aturan Italia tentang sponsor judi. Sementara itu, AC Milan bermitra dengan Emirates, juga dengan nilai yang sama musim ini. Kontrak baru yang disepakati akan meningkat menjadi €35 juta (Rp683,7 miliar) mulai musim 2026/2027.
Juventus mengalami penurunan pendapatan komersial. Setelah sempat tanpa sponsor jersey, Juventus kini kembali bekerja sama dengan Jeep sebagai bagian dari pengaturan internal Exor. Nilai kesepakatan ini adalah €19 juta (Rp371,1 miliar) musim ini, yang akan naik menjadi €23 juta (Rp449,3 miliar) musim depan. Angka ini jauh di bawah puncak sebelumnya, yaitu €45 juta (Rp879,1 miliar).
Napoli mendapatkan €9 juta (Rp175,8 miliar) dari MSC Crociere, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat. AS Roma mengumumkan sponsor baru, Eurobet.live, dengan nilai €8 juta (Rp156,2 miliar) musim ini dan €13 juta (Rp253,9 miliar) mulai musim depan. Lazio menjadi satu-satunya klub Serie A yang belum memiliki sponsor jersey.
Fiorentina menerima €25 juta (Rp488,4 miliar) dari Mediacom, yang terkait dengan keluarga Rocco Commisso. Sassuolo mendapatkan €18 juta (Rp351,6 miliar) dari Mapei. Klub-klub kecil memperoleh angka yang jauh lebih rendah. Bologna menerima €3 juta (Rp56,8 miliar) dari bisnis milik pemiliknya, Joey Saputo. Atalanta mendapatkan €5 juta (Rp97,6 miliar) dari Lete, dan Cagliari Calcio memperoleh €3,6 juta (Rp70,3 miliar) dari pemerintah daerah Sardinia.
Torino (Suzuki, Rp45,9 miliar), Parma (Prometeon, Rp29,3 miliar), Udinese (wilayah Friuli Venezia Giulia, Rp29,3 miliar), dan Genoa (Pulsee, Rp23,4 miliar) juga mendapatkan sponsor. Hellas Verona, Lecce, dan Como 1907 masing-masing mendapatkan €1 juta (Rp19,5 miliar). Pisa hanya memperoleh €700 ribu (Rp1,36 miliar) dari Cetilar, yang juga menjadi sponsor stadion mereka.