Wikimedia Foundation secara resmi merampungkan proses pendaftaran administratif aplikasi Wikipedia sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat di Indonesia pada Kamis (30/4/2026). Langkah ini diambil guna memastikan akses ensiklopedia daring tersebut tetap tersedia bagi masyarakat Indonesia.
Kepastian pendaftaran ini mengakhiri ancaman pemblokiran dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang sebelumnya memberikan tenggat waktu tujuh hari kerja. Dilansir dari Detik iNET, proses registrasi untuk versi aplikasi telah selesai sepenuhnya, sementara versi situs web masih dalam tahap penyelesaian teknis.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengonfirmasi bahwa komunikasi intensif dengan kantor pusat Wikimedia di San Francisco telah terjalin sejak 23 April 2026. Pertemuan fisik antara perwakilan Wikimedia dan pihak kementerian juga telah dilakukan untuk menyepakati kepatuhan terhadap regulasi di Indonesia.
"Kita tentu mengingatkan kembali bahwa ini dalam rangka perlindungan dan ini berlaku lagi untuk semua. Tidak boleh ada satu yang tidak, karena azas keadilan harus berlaku untuk semua," kata Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital.
Regulasi pendaftaran PSE ini merujuk pada PP Nomor 71 Tahun 2019 dan Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020 yang mewajibkan seluruh platform digital, baik nirlaba maupun komersial, untuk terdata secara resmi. Wikimedia Foundation menegaskan bahwa pendaftaran ini bersifat administratif dan tidak mengubah mekanisme moderasi konten komunitas.
Sebelum kesepakatan ini tercapai, akses kontributor sukarela di Indonesia sempat mengalami kendala sejak 25 Februari 2026. Para editor tidak dapat masuk ke akun mereka melalui domain otentikasi sehingga aktivitas penyuntingan artikel di Wikipedia Indonesia terhambat selama beberapa waktu.
Wikimedia Foundation menyatakan telah menerima jaminan tertulis bahwa pendaftaran PSE tidak akan digunakan untuk permintaan pengungkapan data yang melanggar privasi pengguna. Setiap permohonan hukum terkait konten tetap akan ditinjau berdasarkan standar hak asasi manusia internasional dan prosedur internal organisasi.
Organisasi nirlaba tersebut juga mengapresiasi dukungan komunitas kontributor lokal yang terus memperjuangkan akses pengetahuan bebas di Indonesia. Saat ini, fokus utama adalah memulihkan akses penuh bagi para sukarelawan agar dapat kembali berkontribusi tanpa hambatan teknis pada proyek-proyek Wikimedia.