FIFA Kaji Mata Uang Kripto di Tengah Sorotan Netralitas Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali mewacanakan peluncuran mata uang kripto resmi sepak bola dunia, di tengah sorotan terkait netralitasnya.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali membuka diskusi mengenai potensi peluncuran mata uang kripto resmi untuk dunia sepak bola. Wacana ini muncul di tengah sorotan terhadap netralitasnya.

Infantino menyatakan bahwa FIFA sedang menjajaki kemungkinan menciptakan "FIFA token" atau "FIFA coin" saat berbicara di World Liberty Forum di Mar-a-Lago, properti milik mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

"Kami juga sedang mempelajari pengembangan FIFA token dan FIFA coin, potensi mata uang global yang nyata untuk melayani enam miliar penggemar sepak bola di seluruh dunia," kata Infantino.

Sebelumnya, Infantino juga sempat menyinggung ide serupa dalam forum kripto di Gedung Putih tahun lalu. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai peta jalan atau jadwal konkret untuk merealisasikannya.

Proposal ini masih bersifat eksploratif dan belum dianggap mendesak, mengingat volatilitas tinggi yang masih membayangi sektor aset digital.

Kehadiran Infantino dalam acara yang terkait dengan keluarga Trump memicu pertanyaan, terutama dari sisi politik. Acara di Mar-a-Lago tersebut dipandu oleh Eric Trump dan Donald Trump Jr., sekaligus menjadi ajang promosi inisiatif kripto keluarga Trump, World Liberty Financial.

International Olympic Committee (IOC) memastikan tidak akan mengambil tindakan terhadap Infantino, yang juga anggota IOC, terkait potensi pelanggaran aturan netralitas politik. IOC menyatakan bahwa masalah ini telah selesai dan aktivitas pengembangan FIFA di Gaza berada dalam lingkup kewenangan federasi olahraga internasional.

Meski demikian, belum ada penjelasan mengenai wacana mata uang kripto FIFA. Spekulasi muncul bahwa FIFA mungkin bekerja sama dengan Trump dan keluarganya dalam peluncuran tersebut.

Ketidakpastian Masa Depan Kripto FIFA

Terlepas dari berbagai dinamika yang ada, FIFA saat ini menghadapi kompleksitas penyelenggaraan Piala Dunia paling rumit dalam sejarah. Lembaga ini secara terbuka mempertimbangkan apakah mata uang digital akan menjadi bagian dari ekosistem masa depannya.

Masih belum jelas apakah wacana ini akan berkembang menjadi produk nyata atau sekadar manuver retoris dan politis.

Recommended