Bandara Palm Beach Florida Resmi Ganti Nama Jadi Donald J. Trump

Bandara Internasional Palm Beach di Florida akan berganti nama menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump mulai 1 Juli 2026.

Bandara Internasional Palm Beach di Florida, Amerika Serikat, akan segera menyandang nama baru. Fasilitas penerbangan tersebut akan diubah menjadi Bandara Internasional Presiden Donald J. Trump.

Perubahan nama ini disahkan setelah Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait penamaan telah ditandatangani oleh Gubernur Florida, Ron DeSantis, pada Senin (30/3). RUU tersebut sebelumnya telah mendapat persetujuan dari badan legislatif setempat. Dengan demikian, terhitung mulai 1 Juli 2026, Bandara Internasional Palm Beach akan resmi berganti nama.

Proses pergantian nama ini, meskipun merupakan urusan lokal, masih memerlukan persetujuan dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA). Hal ini sebagaimana dikutip dari CNBC, dilansir dari Detik Finance.

FAA menyatakan bahwa ada beberapa urusan administratif yang harus diselesaikan terkait perubahan nama ini. Termasuk di antaranya adalah pembaruan peta navigasi dan basis data penerbangan. Proses ini penting untuk memastikan kelancaran operasional dan keamanan penerbangan.

Mantan Presiden AS Donald Trump diketahui sering menggunakan Bandara Internasional Palm Beach. Ia kerap terbang ke dan dari bandara tersebut menggunakan Air Force One, terutama saat akhir pekan, untuk menuju resor miliknya, Mar-a-Lago, yang berjarak sekitar 5 mil.

Entitas yang dikelola oleh Trump Organization juga telah mengajukan permohonan merek dagang bulan lalu. Permohonan tersebut berkaitan dengan pergantian nama menjadi 'President Donald J. Trump International Airport'.

Pergantian nama bandara ini mendapat sambutan positif dari Eric Trump, putra mantan presiden yang juga menjabat wakil presiden eksekutif Trump Organization. Eric Trump mengungkapkan kebanggaannya atas peran kecil yang dimainkan dalam mewujudkan perubahan ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang terlibat, termasuk @megforflorida, @GovRonDeSantis, @JamesUtheimerFL, dan mayoritas Dewan Perwakilan Florida.

Namun, kebijakan ini tidak luput dari kritik. Pemimpin Demokrat Dewan Perwakilan Florida, Fentrice Driskell, mengecam penandatanganan RUU tersebut. Ia menilai kebijakan ini akan merugikan pembayar pajak karena diperkirakan menelan biaya hingga US$ 5 juta.

Driskell menyoroti kenaikan biaya hidup yang terus membebani keluarga pekerja dan lansia di Florida. Menurutnya, Partai Demokrat selama sesi legislatif ini fokus memperjuangkan agenda keterjangkauan untuk menurunkan biaya dan mengembalikan lebih banyak uang ke kantong masyarakat. Driskell menyatakan bahwa prioritas Partai Republik yang menghabiskan US$ 5 juta uang pajak untuk mengganti nama bandara adalah pemborosan.

Upaya untuk mengaitkan nama Trump dengan fasilitas publik bukanlah hal baru. Sebelumnya, NBC News melaporkan bahwa pemerintahan Trump pernah meminta Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, D-New York, untuk menamai Bandara Internasional Dulles di Virginia dan Stasiun Penn di New York dengan namanya. Permintaan ini sebagai imbalan atas pelepasan dana federal untuk pembangunan terowongan antara New York dan New Jersey.

Nama Trump memang telah banyak tertera pada berbagai layanan dan bangunan publik. Sebut saja Kennedy Center di Washington, Institut Perdamaian AS, program obat-obatan diskon, rekening tabungan, hingga kelas kapal perang baru.

Minggu lalu, Departemen Keuangan mengumumkan bahwa tanda tangan Trump akan tertera pada uang kertas. Selain itu, bulan ini, sebuah komisi federal yang anggotanya terafiliasi dengan Trump menyetujui desain koin emas peringatan 24 karat. Koin tersebut akan menampilkan gambarnya, sebagai bentuk penghormatan ulang tahun ke-250 negara tersebut.

Recommended