Universitas Esa Unggul (UEU) menggelar prosesi wisuda bagi 1.343 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan di Jakarta pada Senin dan Selasa, 20-21 April 2026. Para wisudawan tersebut berasal dari program Diploma, Sarjana Terapan, Sarjana, Profesi, dan Magister untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.
Dilansir dari Medcom, ribuan lulusan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa studi mereka. Rektor UEU, Arief Kusuma Among Praja, menekankan pentingnya peran lulusan sebagai penggerak perubahan di lingkungan sosial.
"Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari peran baru saudara-saudara sebagai agen perubahan di tengah masyarakat," ujar Rektor UEU, Arief Kusuma Among Praja, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis, 23 April 2026.
Penyelenggaraan wisuda ini bertepatan dengan sejumlah pencapaian institusi, termasuk raihan Akreditasi Institusi berpredikat Unggul dari BAN-PT pada akhir 2024. Saat ini, sebanyak 18 program studi di UEU telah mengantongi predikat Unggul dan 10 program studi lainnya meraih akreditasi internasional dari AQAS dan ASIC.
Ekspansi infrastruktur juga ditunjukkan melalui peresmian soft opening kampus baru Global Innovation Hub di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada 8 April 2026. Fasilitas modern ini terdiri dari dua gedung setinggi 14 dan 17 lantai dengan total luas bangunan mencapai 22.330 meter persegi.
Kampus baru tersebut dirancang sebagai Urban Academic Hub yang terintegrasi dengan sektor industri. Pengembangan ini didukung melalui kemitraan strategis bersama Arizona State University yang tergabung dalam jaringan Cintana Alliance.
Data institusi menunjukkan UEU saat ini memiliki lebih dari 19.197 mahasiswa aktif yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara. Dalam hal riset, universitas mencatatkan total pendanaan penelitian tahun 2026 sebesar Rp7,5 miliar dengan ribuan publikasi jurnal ilmiah baik skala nasional maupun internasional.
Prosesi hari pertama turut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta, Henri Tambunan, serta menghadirkan atlet para panahan nasional, Kholidin, sebagai pemberi motivasi. Sedangkan hari kedua diisi dengan orasi ilmiah oleh pakar Geopolitik dan Ketahanan Nasional, Wibawanto Nugroho Widodo.