PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara hybrid pada Senin (30/3) di Jakarta. Rapat ini menyetujui perubahan susunan manajemen, laporan keuangan, hingga strategi penguatan permodalan.
Pelaksanaan rapat yang mengombinasikan kehadiran fisik dan daring ini menggunakan sistem Electronic General Meeting System (eASY.KSEI) dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. RUPST membahas berbagai agenda penting. Di antaranya persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025.
Selain itu, penetapan penggunaan laba bersih serta penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026 turut menjadi perhatian. Perubahan susunan manajemen dan pembagian tugas direksi juga masuk dalam agenda rapat ini. Pemegang saham menyetujui remunerasi bagi Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah.
RUPST ditutup dengan laporan realisasi penggunaan dana dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan V tahun 2025. Sementara itu, dalam RUPSLB, perseroan mendapatkan persetujuan untuk mengubah anggaran dasar, yang disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Agenda penting lain dalam RUPSLB adalah persetujuan atas rencana pengalihan atau penjaminan sebagian besar maupun seluruh piutang perusahaan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas dan pendanaan WOM Finance ke depan.
Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyampaikan apresiasinya kepada para pemangku kepentingan. Apresiasi ini diberikan atas dukungan yang diberikan sepanjang tahun 2025.
"Di tengah tantangan ekonomi dan kompetisi yang ketat, perusahaan tetap mampu mencatatkan kinerja positif sekaligus menjaga konsistensi dalam pembagian dividen," ujar Djaja Suryanto Sutandar, dilansir dari Medcom.
Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, mengungkapkan bahwa perseroan berhasil menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp5,94 triliun hingga akhir 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 9,35% secara tahunan.
Sejalan dengan peningkatan pembiayaan, total aset perusahaan juga tumbuh 6,08% menjadi Rp7,37 triliun. Ekuitas perusahaan tercatat naik 4,81% menjadi Rp1,98 triliun. WOM Finance juga membukukan laba bersih sebesar Rp142,55 miliar.
Rasio Return on Asset (ROA) perseroan mencapai 2,41% dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,45%. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio non-performing financing (NPF) gross 2,17% dan NPF net 0,95%.
Manajemen menilai capaian ini membuktikan pengelolaan risiko yang disiplin. Selain itu, hal ini juga menunjukkan penerapan prinsip kehati-hatian di tengah dinamika industri pembiayaan yang ada.
Penguatan Struktur Permodalan
Dalam rangka memperkuat struktur permodalan, WOM Finance telah menerbitkan obligasi pada 2025. Penerbitan ini melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II senilai Rp1,5 triliun.
Selain penerbitan obligasi, perseroan juga mendapatkan tambahan fasilitas pinjaman dari sektor perbankan sebesar Rp1,65 triliun. Penambahan modal ini diharapkan mampu mendukung ekspansi bisnis perusahaan.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus. Dengan demikian, komposisi terbaru Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah WOM Finance telah ditetapkan secara resmi. RUPSLB juga merestui penyesuaian sejumlah ketentuan dalam anggaran dasar.
Persetujuan atas rencana pengalihan atau penjaminan piutang merupakan bagian dari strategi penguatan likuiditas dan pendanaan. Langkah ini diharapkan memastikan seluruh kebijakan perusahaan tetap sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan regulasi yang berlaku.
WOM Finance menyampaikan bahwa RUPST Tahun 2026 juga telah menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah WOM Finance secara resmi telah ditetapkan sesuai keputusan tersebut.