Elon Musk mengumumkan bahwa X akan segera memiliki fitur pembayaran bernama X Money yang memungkinkan pengguna melakukan transfer dana, deposit bank, hingga memiliki kartu debit.
Fitur pembayaran pada aplikasi sosial X ini rencananya akan diluncurkan bulan depan. Menurut Coin Desk, Minggu (15/3/2026), platform X telah berlisensi di lebih dari 40 negara bagian Amerika Serikat melalui anak perusahaan X Payments dan bermitra dengan Visa untuk pendanaan akun.
Pengumuman ini sempat membuat harga Dogecoin naik tipis, meskipun tidak ada indikasi fitur ini akan berhubungan dengan kripto. Saat ini, Dogecoin turun 2,5% dalam 24 jam terakhir, mengikuti penurunan umum harga kripto.
Reaksi pasar ini bukan pertama kalinya terjadi. Pola serupa terlihat sejak tahun 2021, setiap kali Musk memberikan pernyataan terkait pembayaran di X, DOGE seringkali melonjak karena spekulasi integrasi.
Musk pernah menyebut dogecoin sebagai "mata uang kripto favoritnya" dan Tesla menerima DOGE untuk transaksi merchandise pada tahun 2022. Namun, X Money yang digambarkan saat ini adalah produk fiat murni, memungkinkan transfer antar individu, penautan bank, dan penggunaan kartu debit. Fitur ini lebih mirip Venmo yang terintegrasi dengan aplikasi media sosial, bukan dompet kripto.
Nikita Bier, kepala produk X, menyatakan pada bulan Februari bahwa alat perdagangan kripto akan hadir di X melalui Smart Cashtags, namun platform tersebut tidak akan mengeksekusi perdagangan atau bertindak sebagai pialang.
Musk juga baru-baru ini memposting ulang perkiraan pihak ketiga tentang fitur masa depan X Money yang mencakup integrasi kripto, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari perusahaan.
Salah satu daya tarik utama X Money adalah potensi imbal hasil 6% pada saldo di dalam aplikasi. Angka ini lebih tinggi daripada hampir semua rekening tabungan di AS dan bersaing dengan reksa dana pasar uang. Belum jelas apakah imbal hasil ini disubsidi oleh X untuk mendorong adopsi, dihasilkan dari simpanan pinjaman, atau didukung oleh mekanisme lain.
Peluncuran fitur ini bersamaan dengan perdebatan di Kongres mengenai Undang-Undang CLARITY, yang akan mengatur produk stablecoin yang menghasilkan imbal hasil. X Money bukan produk stablecoin, tetapi menargetkan permintaan konsumen yang sama, yaitu mereka yang mencari imbal hasil lebih baik daripada yang ditawarkan bank melalui jalur regulasi yang berbeda.