Yuma Soerianto, Developer Apple Termuda Asal Indonesia

Yuma Soerianto, anak Indonesia, memukau CEO Apple, Tim Cook. Di usia 10 tahun, Yuma dipercaya menjadi pengembang Apple.

Yuma Soerianto, seorang anak Indonesia, berhasil memukau CEO Apple, Tim Cook. Bahkan, di usia yang baru menginjak 10 tahun, Yuma telah dipercaya untuk menjadi seorang developer di perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Yuma dikenal sebagai salah satu pengembang aplikasi termuda di dunia. Bagaimana ia mengembangkan kemampuannya hingga mencapai titik ini? Mari kita simak kisah inspiratifnya.

Menurut unggahan dari akun Instagram @ieltspresso, kemampuan Yuma bermula dari kegemarannya pada coding sejak usia dini. Ia mempelajari coding secara otodidak melalui berbagai sumber online.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Yuma dapat dianggap sebagai ikon anak Indonesia di bidang teknologi, berkat kefasihannya dalam memanfaatkan teknologi.

Yuma dilahirkan di Singapura pada tahun 2006. Meskipun lahir di negeri singa, ia memiliki darah Indonesia murni.

Kedua orang tuanya berasal dari Indonesia, namun ia menjalani hidup berpindah-pindah negara. Meskipun demikian, Yuma selalu menegaskan identitasnya sebagai orang Indonesia.

Kegemaran Yuma terhadap dunia coding tumbuh sejak usia sangat muda. Pada usia 6 tahun, ia mulai memiliki hobi dan belajar coding.

Saat itu, tidak ada sekolah khusus coding, sehingga ia belajar secara otodidak dari berbagai situs web dan kursus online di Stanford University.

Hanya tiga tahun kemudian, ia berhasil menciptakan aplikasi pertamanya yang diberi nama Kid Calculator.

Pada usia 10 tahun, Yuma terpilih untuk menghadiri Apple Worldwide Developers Conference di San Jose, Amerika Serikat. Ia terbang ke Amerika Serikat untuk mengikuti konferensi para developer dunia.

Dalam perjalanan menuju Amerika Serikat, Yuma memanfaatkan waktunya di pesawat untuk mengembangkan sebuah aplikasi bernama Tip Calculator.

Aplikasi tersebut memiliki fitur konversi mata uang, termasuk perhitungan besaran pajak yang dapat digunakan oleh turis saat berbelanja di negara lain.

Kehadirannya dalam konferensi tersebut berhasil menarik perhatian CEO Apple, Tim Cook, yang memberikan pujian secara langsung.

"Sangat keren. Kamu benar-benar membuatnya saat berada di dalam pesawat dari Australia menuju Amerika Serikat? Wow. Kamu berhasil membuat aplikasi hanya dalam waktu satu jam," kata Tim Cook setelah melihat Yuma mendemonstrasikan aplikasi Tip Calculator.

Wajah Yuma Soerianto bahkan terpampang di App Store sebagai salah satu developer.

Dalam kiprahnya membangun aplikasi, setidaknya ada 10 aplikasi yang telah diciptakan oleh Yuma. Berikut adalah daftar aplikasi tersebut:

  1. Kid Calculator
  2. Tip Calculator
  3. Weather Duck
  4. Pocket Poke for Pokemon
  5. Hunger Button
  6. Lets Stack
  7. Lets Stack AR
  8. Fireworks Builder AR
  9. Weather Duck for Apple Watch
  10. Swipy Trash

Daftar Pencapaian Yuma

  1. Pemenang beasiswa Apple WWDC 2017, 2018, 2019, 2020, 2021
  2. Robocup Junior (Robotics) Australia – Pemenang Regional, Negara Bagian, dan Nasional 2022
  3. Pemenang Victorian Young Achievers' Award (Penghargaan Prestasi online Bartercard) 2018
  4. Penghargaan Forum Pemuda Dunia (World Youth Forum), Mesir 2017 – diberikan oleh Presiden Abdel Fattah El-Sisi
  5. Ikon Indonesia 2019 (Ikon Pancasila 2019)
  6. Pemenang Tantangan Game dan Aplikasi Victoria 2018
  7. Future 25 Under 25, penghargaan oleh Future Minds Network 2019
  8. St Michael's Grammar School scholarship
  9. St Michael's Grammar School Academic Excellence Award 2019
  10. Pembicara internasional, tentang teknologi, AI (artificial intelligence), dan kepemimpinan.

Dengan berbagai kemampuan dan prestasi yang telah diraihnya, Yuma kini diterima sebagai mahasiswa sarjana di Stanford University, mengambil jurusan Computer Science & Business.

Recommended