Iran Tutup Selat Hormuz 1 Maret 2026 Usai Serangan

Iran menutup Selat Hormuz pada 1 Maret 2026, setelah serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi. Penutupan ini mengakibatkan penumpukan kapal tanker.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada Minggu, 1 Maret 2026, berpotensi mengganggu lalu lintas perdagangan dunia. Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Garda Revolusi Iran mengumumkan penutupan tersebut setelah Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan di Teheran pada Sabtu (1/3) dini hari waktu setempat, bersama istri dan sejumlah anggota keluarganya. Pemerintah Iran menetapkan 40 hari masa berkabung dan 7 hari libur nasional.

Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, Garda Revolusi Iran mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat, yang mereka sebut sebagai "operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran".

Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan Iran untuk tidak melakukan pembalasan. Trump mengancam bahwa Amerika akan membalas dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya jika Iran menyerang balik. "Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya. MEREKA LEBIH BAIK TIDAK MELAKUKAN ITU, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!" tulis Trump di akun Truth Social miliknya.

Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi 20 persen pasokan minyak dunia, menyebabkan penumpukan kapal tanker di dekat pelabuhan-pelabuhan besar seperti Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA). Kapal-kapal tersebut dilaporkan tidak dapat melewati selat tersebut.

Seorang pejabat dari misi angkatan laut Uni Eropa Aspides kepada Reuters, yang dikutip detikJatim, menyatakan beberapa kapal menerima transmisi VHF dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan bahwa "tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz".

Selain isu internasional, detikSore juga membahas mengenai longsor di Ungaran, Jawa Tengah, serta komunitas WFC Journal yang bekerja dari kafe ke kafe.

Berdasarkan pantauan detikcom, kondisi di sekitar kawasan longsor di Desa Kalongan, Kabupaten Semarang, masih labil dan mengancam warga sekitar, terutama saat hujan. Bencana ini terjadi pada Sabtu (28/2/2026), menyebabkan jalur alternatif Semarang-Demak tidak dapat dilewati.

WFC Journal merupakan perkumpulan pekerja yang memilih bekerja dari kafe ke kafe, bertujuan untuk membentuk jejaring komunitas antarprofesi.

DetikSore disiarkan langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom.

Recommended