Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan perhatian serius terhadap permasalahan sampah di Indonesia, khususnya di Jakarta. Ia menggambarkan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sudah sangat memprihatinkan.
Menurut Zulhas, volume sampah yang dihasilkan di Jakarta mencapai 8.000 ton setiap harinya. Jumlah ini setara dengan bangunan belasan lantai.
"Jakarta itu hampir 8.000 ton setiap hari sampah lho itu, sehingga sudah seperti gedung, berapa itu Bantar Gebang, 16 lantai, 17 lantai," ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Zulhas juga menyoroti potensi terulangnya tragedi longsor sampah di TPST Bantargebang. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy.
"Jakarta itu nanti ada Bantargebang. Nah mudah-mudahan nanti kejadian kemarin tidak terulang lagi. Itu menunjukkan kita memang perlu percepat. Kita tidak ingin ada masalah lagi. Kita ingin percepat," tambah Zulhas.
Pemerintah berencana membangun tiga lokasi proyek PSEL di Jakarta sebagai bagian dari proyek tahap kedua. Lokasi pertama adalah TPST Bantargebang dengan kapasitas pengolahan 3.000 ton sampah per hari.
Selain Bantargebang, proyek serupa juga akan dibangun di Tanjungan dengan luas lahan 8 hektare, yang mampu mengolah 2.000 ton sampah per hari. Lokasi ketiga berada di Sunter, dekat JIS, dengan potensi pengolahan di atas 2.000 ton sampah per hari, jelas Zulhas.