10 Perempuan Terkaya Dunia 2026: Penguasa Ekonomi Global

Deretan perempuan terkaya dunia tahun 2026 menduduki posisi strategis di berbagai sektor ekonomi global.

Perempuan terkaya dunia pada tahun 2026 tidak hanya dikenal karena kemewahan, tetapi juga karena peran penting mereka dalam perekonomian global. Mereka memegang kendali atas saham strategis di berbagai sektor, termasuk ritel, kosmetik, energi, dan pertambangan.

Beberapa dari mereka mewarisi bisnis keluarga, sementara yang lain berhasil mengembangkan dan memperluas bisnis melalui inovasi dan ekspansi. Banyak dari mereka juga aktif dalam filantropi, seni, serta riset sains dan teknologi.

Kontribusi perempuan dalam ekonomi global terus menjadi sorotan. Menurut laporan BCA Prioritas pada Rabu, 4 Maret 2026, riset McKinsey Global Institute menunjukkan bahwa partisipasi perempuan yang lebih setara dapat meningkatkan PDB global hingga USD28 triliun.

Laporan OMFIF juga mengungkapkan bahwa organisasi dengan representasi perempuan yang lebih tinggi di posisi kepemimpinan memiliki peluang 39% lebih besar untuk mencatatkan kinerja finansial yang lebih baik.

Namun, data dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa hanya sekitar 6-9 persen CEO global adalah perempuan. Sementara itu, sekitar 27 persen kursi dewan perusahaan diisi oleh perempuan, angka yang masih relatif rendah dibandingkan dengan total tenaga kerja.

10 Perempuan Terkaya di Dunia 2026

1. Alice Walton

Sebagai putri pendiri Walmart, Sam Walton, Alice Walton menjadi perempuan terkaya di dunia pada tahun 2026. Kenaikan nilai sahamnya sekitar 40 persen dan kepemilikan 11 persen saham di Walmart mengantarkannya ke posisi puncak.

2. Francoise Bettencourt Meyers

Cucu pendiri L'Oréal ini turun ke posisi kedua setelah lima tahun memimpin daftar. Keluarganya menguasai 35 persen saham perusahaan kosmetik global tersebut. Ia juga menjabat sebagai chairwoman di Tethys.

3. Julia Koch

Julia Koch mewarisi 42 persen saham Koch Industries setelah wafatnya David Koch. Ia mengawasi salah satu perusahaan swasta terbesar di AS yang bergerak di sektor energi, bahan kimia, hingga teknologi medis.

4. Jacqueline Mars

Sebagai pemilik sepertiga saham Mars Inc., Jacqueline Mars berada di balik merek-merek terkenal seperti M&M’s, Snickers, dan Skittles. Mars terus berekspansi ke makanan sehat dan produk hewan peliharaan.

5. Savitri Jindal

Savitri Jindal memimpin Jindal Group, mengembangkan bisnis baja, energi, dan infrastruktur setelah wafatnya OP Jindal.

6. Abigail Johnson

Sebagai CEO Fidelity Investments, Abigail Johnson memodernisasi perusahaan dengan fokus pada digitalisasi dan produk investasi bagi generasi milenial dan Gen Z.

7. Miriam Adelson

Miriam Adelson mewarisi saham pengendali Las Vegas Sands Corp., yang memiliki jaringan kasino dan resor di Macau serta Singapura.

8. Marilyn Simons

Kekayaan Marilyn Simons berasal dari kepemilikan di Renaissance Technologies. Ia juga memimpin Simons Foundation yang mendukung riset ilmiah.

9. Melinda French Gates

Sebagai salah satu pendiri Bill & Melinda Gates Foundation, Melinda French Gates dikenal aktif dalam filantropi kesehatan global, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

10. Gina Rinehart

Gina Rinehart, pemilik Hancock Prospecting, mengembangkan bisnis tambang bijih besi, termasuk proyek besar Roy Hill di Australia.

Para perempuan ini membuktikan bahwa kepemimpinan, inovasi, dan strategi investasi berperan besar dalam membangun kekayaan jangka panjang. Mereka tidak hanya menjadi simbol kesuksesan finansial, tetapi juga figur berpengaruh dalam bisnis global.

Recommended