Massimiliano Allegri, pelatih AC Milan, memilih untuk merendah meski timnya berhasil mengalahkan pemuncak klasemen, Inter Milan, dengan skor 1-0 dalam lanjutan Liga Italia 2025/2026, Senin (9/3/2026) dini hari WIB.
Menurutnya, Inter Milan tetap menjadi kandidat terkuat untuk meraih gelar juara Liga Italia musim ini.
Kemenangan ini memperkecil selisih poin antara Inter Milan dan AC Milan menjadi tujuh poin.
Selain itu, hasil positif ini juga menandai keberhasilan Rossoneri meraih dua kemenangan dalam dua pertemuan kontra Inter Milan di Serie A musim ini. Sebelumnya, Milan juga menang 1-0 pada pertemuan pertama yang berlangsung pada 24 November 2025.
Terakhir kali Milan memenangkan dua edisi Derby Serie A dalam satu musim terjadi pada musim 2010/2011, juga di bawah arahan pelatih yang sama. “Itu berakhir dengan kemenangan Scudetto,” kata Allegri sambil tersenyum kepada DAZN Italia, seperti dikutip Football Italia.
Walaupun berhasil meraih dua kemenangan atas Inter Milan musim ini, AC Milan enggan untuk terlalu percaya diri. Terlebih lagi, selisih poin antara kedua tim masih terpaut tujuh poin.
Allegri tetap yakin bahwa Inter Milan adalah favorit utama untuk menjuarai Serie A musim ini. "Namun, Inter memiliki keunggulan tujuh poin di puncak klasemen. Itu keuntungan besar, mereka masih tim terkuat dan favorit utama. Kami sebenarnya bisa tampil lebih baik dan lebih tajam di sepertiga akhir dalam beberapa situasi," ujar Allegri.
“Kami hanya bisa merasa senang, karena kami menjaga jarak dengan Juventus tetap 10 poin di belakang, serta Como 1907 dan AS Roma tertinggal sembilan poin, jadi penting bagi kami mendapatkan hasil hari ini," imbuhnya.
Fokus Target Utama Milan
Dengan sepuluh pertandingan tersisa di musim ini dan selisih tujuh poin di puncak klasemen, Allegri menegaskan bahwa fokus utama timnya adalah lolos ke Liga Champions.
“Kami bekerja selama tujuh bulan untuk memastikan kami memasuki Maret dalam kondisi terbaik, karena di periode inilah pertandingan paling penting musim ini dimainkan dan semuanya ditentukan,” lanjut Allegri.
Rossoneri menyadari bahwa pertandingan ini adalah kesempatan terakhir untuk menjaga asa persaingan gelar tetap menyala, mengingat Inter belum terkalahkan di Serie A sejak Derby della Madonnina terakhir pada 23 November.
Pertandingan tersebut juga berakhir dengan skor 1-0, dengan Estupinan mencetak gol penentu kemenangan setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Youssouf Fofana dan menaklukkan kiper Yann Sommer di tiang dekat. Gol tersebut menjadi gol perdananya untuk Milan, sekaligus menunjukkan adanya celah di pertahanan Luis Henrique.