Indonesia Finis Kedelapan di Para Games 2026, Emas Dua Kali Lipat dari Target

Indonesia menutup Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada peringkat kedelapan klasemen akhir. Seluruh pertandingan rampung Sabtu (24/10/2026), dan hasil ini menjadi tolok ukur penting bagi pembinaan olahraga disabilitas nasional menjelang siklus berikutnya.

Kontingen Merah Putih pulang dengan 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu, total 73 medali. Pemerintah sebelumnya hanya mematok tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Artinya, jumlah emas yang dibawa pulang lebih dari dua kali lipat target, dan total medali melampaui sasaran 32 keping dengan selisih jauh.

Namun, catatan ini punya sisi lain. Dibandingkan Asian Para Games 2022 di Hangzhou, posisi dan raihan Indonesia justru turun. Di puncak klasemen, China kembali tak tersentuh dengan 207 emas.

Boccia Jadi Tulang Punggung Perolehan Emas

Boccia tampil sebagai cabang paling produktif dengan empat medali emas. Emas terakhirnya datang di hari penutupan lewat nomor beregu campuran BC1/BC2. Trio Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha menundukkan Thailand 11-3 di partai final, sekaligus memastikan emas ke-15 Indonesia.

Tiga cabang lain masing-masing menyumbang tiga emas, sementara dua cabang menambah satu emas.

Cabang olahraga Medali emas
Boccia 4
Para atletik 3
Para bulu tangkis 3
Para renang 3
Para balap sepeda 1
Para tenis meja 1
Total 15

Para atletik unggul dalam jumlah medali

Jika dilihat dari total keping, para atletik menjadi lumbung terbesar dengan 22 medali. Di kolam renang, Yavianda Maulana Rifky menjadi salah satu atlet paling bersinar dengan dua emas dan dua perak.

Turun dari Capaian Hangzhou 2022

Melampaui target tidak otomatis berarti melampaui prestasi sebelumnya. Di Hangzhou 2022, Indonesia mengumpulkan 29 emas, 30 perak, dan 37 perunggu dengan total 96 medali.

Edisi Emas Perak Perunggu Total
Hangzhou 2022 29 30 37 96
Aichi-Nagoya 2026 15 21 37 73

Jumlah perunggu identik, tetapi emas berkurang hampir separuh. Penurunan inilah yang menggeser Indonesia ke luar enam besar. Target yang dipasang rendah untuk edisi 2026 membuat capaian terlihat impresif di atas kertas, meski secara historis Indonesia mundur beberapa langkah.

China Kembali Mendominasi Para Games 2026

China menguasai klasemen dengan 207 emas, 117 perak, dan 111 perunggu, total 435 medali. Angka emas tersebut lebih dari tiga kali lipat milik tuan rumah Jepang di posisi kedua, yang mengoleksi 64 emas, 60 perak, dan 62 perunggu.

Uzbekistan melengkapi tiga besar dengan 45 emas. India dan Korea Selatan masing-masing di urutan keempat dan kelima.

Pos Negara Emas Perak Perunggu Total
1 China 207 117 111 435
2 Jepang 64 60 62 186
3 Uzbekistan 45 49 51 145
4 India 30 35 49 114
5 Korea Selatan 29 38 33 100
6 Iran 26 36 40 102
7 Thailand 19 40 66 125
8 Indonesia 15 21 37 73
9 Kazakhstan 12 16 22 50
10 Arab Saudi 8 8 1 17

Mengapa total medali tidak menentukan peringkat

Klasemen disusun berdasarkan jumlah emas, lalu perak, kemudian perunggu. Akibatnya, total medali bisa menyesatkan. Thailand mengumpulkan 125 medali, lebih banyak dari Iran (102) dan Korea Selatan (100), tetapi tetap di urutan ketujuh karena emasnya lebih sedikit. Hong Kong bahkan meraih 41 medali namun hanya finis ke-15 dengan tiga emas.

Peta Persaingan Asia Tenggara

Thailand menjadi wakil Asia Tenggara tertinggi, tepat satu tingkat di atas Indonesia. Selisih emas keduanya hanya empat keping, tetapi Thailand unggul jauh dalam perak dan perunggu.

Pos Negara Emas Perak Perunggu Total
7 Thailand 19 40 66 125
8 Indonesia 15 21 37 73
12 Malaysia 6 8 13 27
18 Filipina 2 2 3 7
20 Vietnam 1 2 2 5
23 Singapura 0 6 5 11
25 Myanmar 0 1 4 5
30 Timor Leste 0 1 0 1
31 Kamboja 0 0 1 1

Kedalaman skuad Thailand, terlihat dari 66 perunggu, menunjukkan basis atlet yang lebih luas di banyak nomor. Bagi Indonesia, ini menjadi gambaran jelas soal pekerjaan rumah: memperlebar pijakan di luar cabang andalan.

Berikutnya: Doha 2030

Asian Para Games 2026 resmi ditutup pada 24 Oktober 2026. Total 33 negara tercatat meraih setidaknya satu medali. Edisi berikutnya dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, pada 2030, dan akan menjadi ujian apakah Indonesia mampu kembali ke level Para Games 2022 atau melampauinya.

Recommended