Sistem Retakan Afrika Timur di wilayah Kenya dan Etiopia dilaporkan sedang mengalami proses pemisahan lempeng yang jauh lebih maju dan cepat dari perkiraan sebelumnya pada Selasa (5/5/2026). Fenomena geologis ini diprediksi akan memicu terbentuknya samudra baru di masa depan akibat penipisan kerak Bumi yang ekstrem.
Analisis pengukuran seismik terbaru menunjukkan bahwa kerak Bumi di Zona Retakan Turkana hanya memiliki ketebalan sekitar 13 kilometer di bagian tengahnya. Angka ini jauh di bawah rata-rata ketebalan kerak di tepian retakan yang mencapai 35 kilometer, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Kondisi penipisan yang berada di bawah ambang batas 15 kilometer menandakan wilayah tersebut telah memasuki fase penipisan ekstrem atau necking. Para ahli menyatakan bahwa setelah mencapai titik kritis ini, pemisahan benua menjadi hampir tidak terhindarkan karena struktur kerak yang semakin lemah.
"Kami menemukan proses keretakan di zona ini jauh lebih maju dan kerak buminya lebih tipis, daripada yang disadari siapa pun. Afrika Timur telah berproses lebih jauh dalam proses keretakan ini dibanding yang diperkirakan sebelumnya," kata Christian Rowan, ahli geosains di Columbia University.
Secara teknis, Lempeng Afrika saat ini sedang terbelah menjadi dua bagian utama, yakni lempeng Nubia di sisi barat dan lempeng Somalia yang lebih kecil di sisi timur. Proses ini pada akhirnya akan membuat air dari Samudra Hindia masuk dan mengisi cekungan yang terbentuk dari aktivitas magma di bawah kerak.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini juga mengaitkan aktivitas geologi tersebut dengan sejarah evolusi manusia. Fase penipisan kerak yang dimulai sekitar 4 juta tahun lalu menciptakan kondisi ideal bagi sedimentasi yang mengawetkan fosil hominin purba di kawasan tersebut.
Meskipun istilah 'cepat' digunakan dalam konteks geologis, pembentukan samudra baru secara utuh diperkirakan masih memakan waktu beberapa juta tahun lagi. Saat ini, tanda-tanda awal pembentukan dasar laut baru tersebut sudah mulai teramati di Cekungan Afar, bagian timur laut benua Afrika.