Harga emas global (XAU/USD) diprediksi berpotensi mengalami pemulihan pada perdagangan Rabu, 29 April 2026, setelah sebelumnya sempat tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Pergerakan logam mulia saat ini mulai menunjukkan fase stabilisasi di tengah ketidakpastian dinamika ekonomi global.
Analis Dupoin Futures Indonesia, Geraldo Kofit, menyatakan bahwa kondisi pasar kini mengarah pada skenario pembalikan arah atau reversal. Berdasarkan analisis teknikal pada grafik timeframe satu jam (H1), struktur harga mulai membentuk area konsolidasi di level bawah.
"Pergerakan harga mulai membentuk base area atau konsolidasi di level bawah, yang secara teknikal sering menjadi fondasi sebelum terjadi kenaikan lanjutan," ujar Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures Indonesia sebagaimana dilansir dari Medcom.
Target penguatan terdekat untuk logam mulia diperkirakan berada pada area resistance 4633.24. Jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas memiliki peluang untuk terus merangkak naik menuju level 4657.46 dalam jangka pendek.
Meski demikian, para investor perlu memperhatikan level support krusial di angka 4574.31 dan 4555.30. Penembusan di bawah titik tersebut dapat membatalkan skenario penguatan dan membawa harga kembali ke dalam tekanan jual yang lebih dalam.
Faktor fundamental yang mendukung kenaikan ini adalah aksi ambil untung (profit taking) pada mata uang dolar AS yang mulai jenuh beli. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turut menekan biaya peluang dalam memegang aset tanpa bunga seperti emas. Kondisi ini memperkuat posisi logam mulia sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) saat terjadi gejolak geopolitik.
Namun, kebijakan suku bunga tinggi yang tetap dipertahankan oleh The Federal Reserve diprediksi masih menjadi tantangan bagi emas dalam jangka panjang. Pelaku pasar diminta tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi.