Sejumlah pakar meteorologi dan fisikawan atmosfer membantah narasi viral yang mengeklaim bahwa Iran berhasil mengakhiri kekeringan setelah menghancurkan fasilitas senjata cuaca milik Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (2/5/2026).
Klaim yang beredar luas di platform media sosial X dan TikTok tersebut menghubungkan hujan deras serta penurunan suhu drastis di Teheran dengan dugaan serangan militer terhadap pusat modifikasi cuaca rahasia.
Narasi sensasional ini menyebutkan bahwa Iran menyerang pusat pembenihan awan di Uni Emirat Arab atau sistem radar di Qatar untuk memutus jaringan manipulasi iklim yang selama ini dituding menjadi penyebab kekeringan panjang.
Dilansir dari Detik iNET, perubahan cuaca yang terjadi cukup signifikan dengan suhu di ibu kota Iran dilaporkan turun hingga 5 derajat Celsius disertai fenomena salju dan banjir di beberapa wilayah yang sebelumnya kering.
Para ilmuwan menekankan bahwa teknologi modifikasi cuaca atau cloud seeding memiliki kemampuan yang sangat terbatas dan tidak dapat menciptakan awan di langit yang cerah secara mendadak.
"Tidak mungkin langit cerah tiba-tiba disemai lalu langsung hujan. Awan harus sudah ada dan siap turun hujan," kata Edward Gryspeerdt, seorang profesor fisika atmosfer yang dikutip oleh media DW.
Secara teknis, pembenihan awan hanya mampu meningkatkan curah hujan sekitar 5 hingga 20 persen dalam kondisi tertentu dan bersifat lokal, sehingga tidak mungkin mengubah pola cuaca dalam skala regional atau antarnegara.
Para peneliti menilai fenomena atmosfer di Iran tersebut merupakan hasil dari pola iklim global dan variabilitas alamiah, bukan disebabkan oleh intervensi teknologi militer maupun penghancuran fasilitas rahasia.
Iran memang tercatat tengah menghadapi krisis air yang sangat serius akibat perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya yang buruk, yang membuat teori konspirasi mudah diterima oleh masyarakat sebagai penjelasan sederhana.
Otoritas resmi belum memberikan konfirmasi mengenai dugaan serangan militer terhadap fasilitas pembenihan awan, sementara data sains tetap menunjukkan bahwa cuaca dipengaruhi oleh faktor alam yang sangat kompleks.