Masa depan Pep Guardiola sebagai manajer Manchester City kini menjadi sorotan, meski ia masih terikat kontrak hingga Juni 2027. Situasi ini mendorong manajemen klub untuk segera merancang strategi suksesi jika Guardiola memutuskan untuk hengkang lebih awal.
Guardiola telah memimpin City sejak 2016, membawa klub meraih berbagai gelar bergengsi, mulai dari Premier League hingga Liga Champions. Spekulasi mengenai kemungkinan kelelahan pelatih asal Spanyol tersebut semakin menguat.
Sinyal ini bahkan diungkapkan oleh sahabat dekat Guardiola, Matthias Sammer, yang melihat adanya perubahan pada dirinya. "Saya merasa ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat wajahnya. Mungkin dia perlu mengambil jeda," ujar Sammer, seperti dikutip dari Bola.
Meskipun belum ada keputusan resmi dari Guardiola, Manchester City tidak berdiam diri. Klub dikabarkan sudah mulai memetakan sejumlah nama potensial untuk mengisi posisi manajer. Salah satu kandidat yang menarik perhatian adalah Cesc Fabregas, pelatih Como 1907.
Fabregas, yang dilaporkan masuk dalam daftar pertimbangan City, saat ini sedang meniti karier kepelatihan dengan sukses. Mantan anak asuh Guardiola ini telah membawa Como 1907 bersaing di zona Eropa Liga Italia musim ini.
Pemahamannya yang mendalam terhadap permainan dan pengalaman sebagai pemain top dinilai menjadikannya sosok yang cocok. Selain itu, gaya bermain tim asuhannya disebut mirip dengan filosofi Guardiola yang menekankan penguasaan bola.
Nama Lain dalam Daftar Suksesi
Dilansir dari Tuttomercatoweb, Fabregas menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan untuk menggantikan Guardiola. Namun, tidak hanya Fabregas, beberapa nama lain juga turut masuk dalam radar Manchester City.
Mantan kapten klub, Vincent Kompany, juga menjadi kandidat kuat. Kompany kini melatih Bayern Munich, menunjukkan performa impresif dengan membawa timnya bersaing ketat di Bundesliga dan melaju hingga perempat final Liga Champions musim ini.
Sebagai pemain, Kompany adalah legenda City dengan lebih dari 300 penampilan dan empat gelar Premier League. Namun, mendatangkan Kompany mungkin sulit mengingat kontrak jangka panjangnya hingga 2029 dengan Bayern Munich.
Selain Fabregas dan Kompany, nama seperti Xabi Alonso dan Enzo Maresca juga sempat dikaitkan dengan Manchester City. Kedua pelatih ini dinilai memiliki pendekatan yang serupa dengan Guardiola, baik dari segi filosofi permainan maupun kemampuan mengembangkan pemain muda.
Dengan mempertimbangkan berbagai kandidat, Manchester City berupaya mencari sosok yang tidak hanya dapat melanjutkan kesuksesan Guardiola, tetapi juga menjaga identitas permainan klub dalam jangka panjang.