Mantan Team Principal Ferrari, Jean Todt, mengungkapkan penyebab kegagalan legenda Formula 1 Ayrton Senna untuk bergabung dengan tim asal Italia tersebut pada awal musim 1990-an. Penjelasan ini disampaikan dalam wawancara di saluran High Performance Podcast pada Kamis, 16 April 2026.
Jean Todt menjelaskan bahwa sebenarnya Senna merupakan pembalap prioritas utama yang ingin didatangkan Ferrari saat itu. Pertemuan intens sempat terjadi di kamar hotel Todt untuk membahas kepindahan pembalap asal Brasil tersebut dari tim McLaren.
Dilansir dari Bola, hambatan utama proses kepindahan ini adalah durasi kontrak pembalap Ferrari yang masih berjalan. Pada saat negosiasi berlangsung, Ferrari sudah memiliki ikatan kontrak resmi dengan duet pembalap Gerhard Berger dan Jean Alesi.
"Ia datang ke kamar saya dan kami menghabiskan sebagian malam bersama untuk membahas kemungkinan ia bergabung dengan Ferrari. Ia ingin datang pada 1994, tetapi saat itu kami sudah memiliki kontrak dengan Gerhard Berger dan Jean Alesi," kata Jean Todt, Mantan Bos Ferrari.
Penolakan Todt didasari pada prinsip penghormatan terhadap dokumen kontrak yang telah ditandatangani. Meskipun Senna sempat menyatakan bahwa kontrak dalam dunia Formula 1 bukan hal yang mutlak, Todt tetap pada pendiriannya untuk tidak memutus kerja sama dengan pembalap yang ada.
Selain masalah kontrak di internal Ferrari, upaya Senna untuk mencari tim baru juga sempat terganjal di tim Williams. Sebelum tahun 1994, terdapat klausul khusus dalam kontrak Alain Prost yang melarang tim Williams untuk merekrut Senna sebagai rekan setimnya.
Diskusi lanjutan sebenarnya sempat direncanakan untuk musim balap 1995. Namun, karena Ferrari belum siap memberikan kursi pada 1994, Ayrton Senna akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Williams sebelum akhirnya mengalami kecelakaan fatal di GP San Marino 1994.