Legenda Manchester United Kagumi Paul Gascoigne sebagai Talenta Terbaik

Pelatih legendaris Alex Ferguson menyebut Paul Gascoigne sebagai pemain terbaik di eranya, meski ia gagal merekrut sang gelandang ke Manchester United.

Alex Ferguson, pelatih legendaris Manchester United, selalu berupaya merekrut talenta terbaik Inggris untuk timnya. Beberapa nama besar seperti Alan Shearer dan Steven Gerrard menjadi incarannya, meskipun tidak semua berhasil bergabung.

Ferguson memiliki rekam jejak sukses dalam membawa pemain bintang Liga Inggris ke Old Trafford, termasuk Wayne Rooney dari Everton, Michael Carrick dari Tottenham Hotspur, dan Rio Ferdinand dari Leeds United. Kesuksesan ini ditopang oleh reputasinya sebagai pelatih juara, dengan 13 gelar liga dan berbagai trofi besar lainnya bersama MU.

Kemampuannya dalam mengembangkan pemain juga terbukti melalui pembinaan generasi emas yang dikenal sebagai "Kelas 92". Generasi ini turut berkontribusi dalam meraih treble bersejarah pada 1999.

Di antara banyak pemain yang menarik perhatian Ferguson, Paul Gascoigne adalah salah satu yang paling dikagumi. Mantan bintang Newcastle United ini disebut Ferguson sebagai pemain terbaik di eranya.

Newcastle memiliki sejarah panjang dalam menghasilkan pemain-pemain Inggris berbakat, seperti pencetak gol terbanyak klub, Alan Shearer, Jackie Milburn, dan Peter Beardsley. Namun, Gascoigne dianggap sebagai pemain paling berbakat yang pernah bermain di St James' Park.

Gascoigne memulai karier profesionalnya di Newcastle sebelum pindah ke Tottenham pada 1988 dengan rekor transfer Inggris senilai 2,2 juta paun. Ferguson bahkan sudah tertarik merekrutnya saat Gascoigne mulai menunjukkan sinarnya di Newcastle.

"Dia adalah pemain terbaik di eranya, seperti angin segar karena bermain dengan senyuman," kata Ferguson, seperti dikutip dari Sky Sports.

Selama tiga musim bersama tim utama Newcastle, bakat luar biasa Gascoigne terlihat jelas. Dia kemudian semakin bersinar, termasuk saat berlaga di Piala Dunia 1990. Pada tahun 1988, ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik versi Asosiasi Pemain Profesional (PFA). Salah satu momen paling dikenang adalah gol spektakulernya dari jarak jauh ke gawang Crystal Palace di Piala FA pada 1988.

Penolakan Terhadap Manchester United

Meskipun diminati oleh Ferguson, Gascoigne memilih untuk tidak bergabung dengan Manchester United. Ia pernah membahas keputusannya tersebut dalam sebuah wawancara pada 2024.

"Orang-orang selalu bertanya apakah semuanya akan berbeda jika saya bergabung dengan Manchester United. Apakah dia bisa mengendalikan saya?" ujar Gascoigne.

Ferguson dikenal karena kemampuannya mengelola pemain, bahkan beberapa "kepribadian terbesar sepak bola" berhasil ia kendalikan di MU. Sempat muncul keraguan apakah manajer asal Skotlandia itu bisa menangani Eric Cantona. Namun, penyerang Prancis yang memiliki kepribadian meledak-ledak itu justru berkembang di bawah kepemimpinannya, meskipun sesekali tetap terjadi pelanggaran disiplin.

Gascoigne kemudian menyinggung beberapa kontroversi pemain Setan Merah. "Eric Cantona menendang seseorang di tribune. Wayne Rooney punya cerita dengan seorang nenek. Ryan Giggs menjalin hubungan dengan istri saudaranya. Jadi, mungkin saya justru cocok di sana!" katanya.

Gascoigne pensiun pada Oktober 2004, diakui sebagai salah satu pemain paling berbakat di sepak bola Inggris, meskipun kariernya juga diwarnai berbagai masalah di luar lapangan. Setelah meninggalkan Tottenham, ia sempat bermain untuk Lazio di Italia, Rangers di Skotlandia, serta Middlesbrough, Everton, dan Burnley di Inggris, dilansir dari Bola.

Recommended