Alvaro Arbeloa Alami Enam Kekalahan, Masa Depannya di Real Madrid Terancam

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, telah mencatat enam kekalahan dalam 19 pertandingan. Inkonsistensi ini menimbulkan kekhawatiran dan mengancam posisinya di klub.

Masa depan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid kini menjadi sorotan tajam setelah serangkaian hasil mengecewakan yang dialami tim. Rentetan kekalahan ini memicu evaluasi serius dari manajemen klub.

Kondisi ini diperparah dengan kekalahan terbaru dari Bayern Munchen di leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026. Real Madrid tumbang 1-2 di Santiago Bernabeu, menempatkan mereka dalam posisi sulit untuk melaju ke semifinal.

Dua gol cepat dari Luis Diaz pada menit ke-41 dan Harry Kane di menit ke-46 membuat Bayern Munchen unggul. Real Madrid hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Kylian Mbappe pada menit ke-74.

Hasil ini menandai kekalahan keenam Alvaro Arbeloa sejak mengambil alih tim pada Januari lalu. Seperti diberitakan oleh Goal, dalam total 19 pertandingan di semua kompetisi, Arbeloa mencatatkan 13 kemenangan tanpa sekalipun bermain imbang. Statistik ini mengindikasikan inkonsistensi yang menjadi perhatian serius.

Sebelum kekalahan dari Bayern, Real Madrid di bawah Arbeloa juga sempat takluk dari Albacete di Copa del Rey, Benfica di Liga Champions, serta Osasuna, Getafe, dan Real Mallorca di La Liga.

Kekalahan 0-1 dari Getafe di Santiago Bernabeu pada 3 Maret 2026 menjadi salah satu kejutan, di mana gol semata wayang Martin Satriano memastikan Real Madrid menelan kekalahan kedua beruntun di kompetisi domestik, menempatkan mereka berselisih empat poin dari puncak klasemen Barcelona.

Arbeloa Akui Bertanggung Jawab Penuh

Menanggapi kekalahan dari Getafe, Alvaro Arbeloa menyatakan bahwa kesalahan berada pada dirinya. "Saya yang harus disalahkan atas kekalahan ini. Saya tidak akan menyalahkan para pemain setelah usaha mereka malam ini," ungkapnya.

Dia mengakui bahwa tim seharusnya bermain lebih agresif, terutama dengan absennya Kylian Mbappe. "Kita bisa meningkatkan performa, tetapi ini kesalahan saya. Getafe bertahan dengan sangat baik. Seharusnya kita lebih agresif," lanjut Arbeloa.

Di tengah situasi sulit ini, Arbeloa tetap optimistis terkait peluang Real Madrid di La Liga. "Apakah La Liga sudah berakhir? Tidak, tidak," ujarnya, "Masih ada 36 poin yang harus diraih dan kami akan berjuang sampai akhir. Hanya selisih 4 poin, kami bisa mengejar ketertinggalan. Inilah Real Madrid."

Masa Depan Arbeloa di Ujung Tanduk

Situasi ini membuat langkah Madrid menuju semifinal Liga Champions semakin berat. Mereka kini wajib menang dengan selisih minimal dua gol saat bertandang ke Allianz Arena pada leg kedua pekan depan. Masa depan Arbeloa pun bergantung pada hasil-hasil krusial ini.

Dilansir dari Bola, manajemen Real Madrid siap memberikan dukungan kepada Arbeloa, namun dengan syarat tertentu. Gelar La Liga atau Liga Champions disebut menjadi kunci utama untuk mengamankan posisinya untuk musim depan.

Meskipun demikian, peluang bertahan masih terbuka bahkan tanpa trofi, asalkan tim tetap kompetitif hingga akhir musim dan tampil solid di kompetisi Eropa. Manajemen klub tidak hanya melihat hasil akhir semata, tetapi juga menilai bagaimana tim tampil dan berkembang di bawah arahannya.

Dean Huijsen dan Perbandingan dengan Xabi Alonso

Performa beberapa pemain juga menjadi sorotan. Bek muda Dean Huijsen (18 tahun) dinilai belum stabil. Penampilannya melawan Getafe diwarnai kesalahan dan dikritik oleh tim Carrusel Deportivo di Cadena SER.

Dani Garrido, Antonio Romero, dan Tomas Roncero menggambarkan Huijsen sebagai pemain yang “tidak fokus” dan “kewalahan”, mencerminkan tekanan besar yang dihadapinya di Real Madrid.

Situasi Arbeloa kini juga dibandingkan dengan rekor negatif Xabi Alonso. Arbeloa mencatat enam kekalahan dalam 19 pertandingan, jauh lebih cepat dibanding Alonso yang membutuhkan 34 pertandingan untuk mencapai jumlah kekalahan yang sama. Rekor ini menyoroti tekanan yang dihadapi Arbeloa untuk segera membawa Real Madrid kembali ke jalur kemenangan dan menghindari musim tanpa gelar.

Keyakinan Comeback di Liga Champions

Menghadapi leg kedua perempat final Liga Champions, Alvaro Arbeloa tetap optimistis. "Jika ada tim yang bisa menang di Munchen, itu adalah Real Madrid. Siapa pun yang tidak percaya, silakan tinggal di Madrid, karena kami akan habis-habisan untuk menang di Jerman,” kata Arbeloa, seperti dikutip dari laman resmi klub Tempo.

Dia mengakui bahwa dua gol Bayern tidak lepas dari kesalahan timnya sendiri, terutama dalam membangun serangan dari belakang. Arbeloa menegaskan pentingnya reaksi cepat setelah kehilangan bola.

Ia juga menyoroti minimnya waktu persiapan tim dibanding Bayern yang dinilai lebih matang. Meskipun demikian, Arbeloa tetap percaya penuh pada skuadnya dan menekankan aspek teknis serta kepercayaan diri para pemain menjelang laga tandang tersebut.

Recommended