Real Madrid gagal mengamankan tiket langsung ke delapan besar Liga Champions 2025/2026. Bertandang ke Estadio da Luz, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB, Los Blancos tumbang dengan skor 2-4 dari Benfica dalam laga yang berlangsung panas sejak menit awal.
Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Madrid sebenarnya sempat unggul lebih dulu. Namun performa solid lini belakang Benfica, ditambah penampilan impresif anatoliy trubin, membuat tim tuan rumah mampu membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan penting di hadapan publik sendiri.
Benfica Langsung Menekan Sejak Awal
Benfica tidak menunjukkan rasa gentar meski menghadapi tim bertabur bintang. Sejak peluit awal dibunyikan, tekanan langsung diarahkan ke pertahanan Madrid. Thibaut Courtois dipaksa bekerja keras menghadapi gelombang serangan dari sisi sayap.
Real Madrid mencoba merespons lewat skema cepat. Franco Mastantuono, Kylian Mbappe, dan Vinicius Junior diplot sebagai trisula untuk memburu gol cepat demi menjaga peluang finis di delapan besar klasemen.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-30. Raul Asencio mengirim umpan silang akurat dari sisi kiri. Mbappe menyambut bola dengan sundulan terarah yang gagal diantisipasi anatoliy trubin. Madrid unggul 1-0 dan sempat mengendalikan tempo.
Benfica Bangkit dan Balik Unggul
Keunggulan Madrid tidak bertahan lama. Benfica menyamakan kedudukan enam menit kemudian lewat skema serupa. Vangelis Pavlidis mengirim umpan silang ke kotak penalti yang disambut tandukan Andreas Schjelderup. Bola meluncur melewati sela kaki Courtois dan skor menjadi 1-1.
Momentum sepenuhnya berbalik ke Benfica. Pada masa injury time babak pertama, tuan rumah mendapat hadiah penalti setelah Aurelien Tchouameni melanggar Nicolas Otamendi. Pavlidis maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan Courtois. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Benfica 2-1.
Babak Kedua: Benfica Tak Mengendur
Memasuki paruh kedua, Benfica tampil semakin percaya diri. Gol ketiga tercipta pada menit ke-54. Pavlidis kembali berperan lewat assist kepada Schjelderup yang menusuk dari sisi kiri, mengecoh Raul Asencio, lalu melepaskan tembakan ke tiang dekat.
Madrid mencoba bangkit. Empat menit berselang, Mbappe mencetak gol keduanya setelah menerima umpan matang dari Arda Guler. Sepakan ke sudut kanan gawang kembali gagal dihentikan Trubin. Skor berubah menjadi 3-2 dan laga kembali terbuka.
Tekanan Madrid Gagal Berbuah Hasil
Real Madrid meningkatkan intensitas serangan. Jude Bellingham nyaris menyamakan skor pada menit ke-65, namun peluang emasnya melayang tipis di atas mistar.
Situasi semakin rumit bagi Madrid di menit-menit akhir. Raul Asencio menerima kartu kuning kedua pada menit ke-92. Tidak lama berselang, Rodrygo juga diusir wasit karena protes keras, membuat Madrid harus bermain dengan sembilan orang.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Benfica dengan sempurna. Pada menit ke-97, Benfica mencetak gol penutup yang mengejutkan. anatoliy trubin ikut maju dalam situasi bola mati dan sukses menanduk umpan Federico Aursnes ke gawang Courtois. Skor 4-2 memastikan kemenangan Benfica.
Dampak Hasil Pertandingan di Klasemen
Hasil ini membuat Real Madrid harus puas finis di posisi kesembilan klasemen Liga Champions dengan koleksi 15 poin. El Real kalah satu angka dari Manchester City yang menempati posisi kedelapan, sehingga wajib menjalani babak playoff.
Sementara itu, Benfica mengamankan posisi ke-24 atau slot terakhir playoff dengan sembilan poin dari delapan laga. Mereka unggul selisih gol dari Marseille yang harus tersingkir.
Susunan Pemain Benfica vs Real Madrid
Benfica:
Anatoliy Trubin; Samuel Dahl, Nicolas Otamendi, Tomas Araujo, Amar Dedic; Fredrik Aursnes, Leandro Barreiro; Andreas Schjelderup, Heorhii Sudakov, Gianluca Prestianni; Vangelis Pavlidis.
Real Madrid:
Thibaut Courtois; Federico Valverde, Dean Huijsen, Raul Asencio, Alvaro Carreras; Arda Guler, Aurelien Tchouameni, Jude Bellingham; Franco Mastantuono, Kylian Mbappe, Vinicius Junior.