Peningkatan penggunaan aplikasi cashback di Indonesia didorong oleh tren belanja digital yang terus berkembang. Sebuah platform cashback mencatat telah menyalurkan manfaat kepada lebih dari 5 juta pengguna terdaftar dalam satu tahun terakhir.
Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya ketertarikan masyarakat pada solusi belanja hemat dan terukur. Perubahan perilaku konsumen yang semakin digital dan berorientasi pada nilai menjadi faktor utama.
Jennifer Tiffany Muliyanto, Chief Commercial Officer platform tersebut, menjelaskan bahwa sistem cashback dirancang untuk memberikan keuntungan tambahan bagi konsumen saat berbelanja online.
"Dalam satu tahun ini, kami telah menyalurkan cashback serta membantu jutaan konsumen Indonesia berhemat dan berbelanja lebih cerdas melalui sistem cashback," ujar Jennifer.
Skema cashback menghubungkan berbagai layanan e-commerce dengan konsumen, memungkinkan pengguna memperoleh cashback dari transaksi online.
Platform e-commerce besar seperti Shopee, TikTok Shop, dan Traveloka terintegrasi dalam sistem ini.
Sejak beroperasi di Indonesia pada awal 2025, platform ini mengalami pertumbuhan pengguna yang signifikan, meningkat hingga 250 persen secara month-on-month, dengan sekitar 300 ribu pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU).
Model bisnis cashback menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem loyalitas berbasis data. Perusahaan dapat membantu merchant memahami perilaku konsumen dan meningkatkan efektivitas promosi digital melalui pendekatan ini.
Selain memberikan manfaat finansial bagi konsumen, skema cashback juga dapat membantu pelaku usaha meningkatkan retensi pelanggan melalui program promosi yang terukur.
Perusahaan juga memperluas jangkauan layanan ke kawasan Asia Tenggara, dimulai dengan ekspansi ke Malaysia.
Menurut Jennifer, langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk membangun ekosistem loyalitas digital di tingkat regional.
"Selain Malaysia, kami juga berencana melakukan ekspansi ke berbagai negara ASEAN lainnya karena kawasan ini memiliki potensi konsumen digital yang besar dengan pertumbuhan pasar yang sangat cepat," ucapnya.
Peningkatan penetrasi internet dan pertumbuhan kelas menengah yang aktif berbelanja online membuka peluang besar bagi pengembangan layanan digital di Asia Tenggara.
Kondisi ini memungkinkan layanan cashback digital untuk memperluas jangkauan dan memperkuat ekosistem ekonomi digital di kawasan tersebut.