Pemain PSBS Biak Layangkan Surat Terbuka Terkait Tunggakan Gaji

Skuad PSBS Biak mengungkap krisis finansial serius termasuk tunggakan gaji hingga tiga bulan dan fasilitas tim yang dicabut melalui surat terbuka.

Seluruh penggawa PSBS Biak merilis surat terbuka melalui media sosial pada Rabu (15/4/2026) untuk mengungkap krisis finansial mendalam yang melanda klub berjuluk Badai Pasifik tersebut di tengah kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026.

Krisis ini mencakup keterlambatan pembayaran gaji pemain dan staf yang berlangsung selama dua hingga tiga bulan terakhir. Dampaknya, kebutuhan dasar skuad tidak lagi terpenuhi dan operasional tim terganggu secara signifikan.

Dilansir dari Bola, para pemain menyebutkan bahwa fasilitas penting seperti kendaraan tim telah ditarik dan penyediaan makanan di akomodasi pemain lokal dihentikan. Bahkan, beberapa pemain asing terancam diusir dari tempat tinggal mereka karena tunggakan pembayaran sewa oleh manajemen.

"Saat ini, tidak tersedia makanan di akomodasi bagi pemain lokal. Kendaraan tim telah ditarik, dan pemain asing menerima pemberitahuan pengosongan tempat tinggal akibat kurangnya pembayaran," tulis para pemain PSBS Biak dalam pernyataan resmi mereka.

Kondisi internal tim semakin memanas akibat isu komunikasi antara pemain dengan jajaran pelatih. Sumber internal menyebut adanya ketidakharmonisan terkait strategi teknis serta perbedaan perlakuan antara pemain lokal dan pemain asing dalam sesi latihan maupun pertandingan.

Persoalan ini juga memicu aksi mogok bertanding dari sejumlah pemain asing saat laga tandang melawan Borneo FC di Samarinda pada Jumat (10/4/2026). Para pemain memprotes jadwal perjalanan yang sangat padat serta pengabaian hak-hak finansial mereka oleh pihak klub.

Klub asal Papua ini sebelumnya sudah berada dalam radar pengawasan ketat setelah mendapatkan sanksi larangan transfer dari FIFA selama tiga periode. Hingga saat ini, pihak manajemen PSBS Biak dilaporkan belum memberikan tanggapan resmi atau solusi atas tuntutan yang diajukan para pemain.

Guna menyelesaikan sengketa ini, para pemain kini tengah berkoordinasi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Langkah ini diambil setelah upaya komunikasi langsung dengan manajemen klub tidak membuahkan hasil dalam beberapa bulan terakhir.

Recommended