Apple dilaporkan menunda peluncuran iPhone 18 model standar pada Kamis (7/5/2026) demi memperpanjang siklus penjualan iPhone 17 di pasar global. Strategi bisnis ini diambil untuk menekan biaya produksi sekaligus merespons kendala pada rantai pasok komponen perangkat generasi terbaru tersebut.
Dilansir dari Medcom melalui laporan leaker Fixed Focus Digital di situs MacRumors, penundaan ini bukan disebabkan oleh kendala teknis semata. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut berencana mengoptimalkan penjualan iPhone 17 lebih lama, terutama di pasar krusial seperti China.
Efisiensi biaya produksi menjadi alasan utama di balik potensi penurunan spesifikasi pada iPhone 18 varian reguler. Keterbatasan pasokan komponen global memaksa Apple melakukan penyesuaian pada sektor layar dan chipset agar tetap kompetitif menghadapi persaingan perangkat Android.
Bocoran tersebut mengungkapkan bahwa Apple kemungkinan besar akan mengubah skema penamaan chip seri-A pada iPhone 18. Langkah ini diduga dilakukan untuk menyamarkan adanya penyesuaian spesifikasi perangkat keras yang tidak setinggi generasi Pro.
iPhone 18 dan iPhone 18e diprediksi akan berbagi banyak komponen desain serta rekayasa teknik yang serupa. Bahkan, proses Engineering Validation Testing (EVT) untuk kedua model tersebut dijadwalkan berlangsung bersamaan pada Juni mendatang untuk mempermudah produksi massal.
Fokus Apple saat ini adalah memastikan ketersediaan stok iPhone 17 dalam jumlah besar untuk menghadapi festival belanja besar seperti Singles’ Day. Mekanisme penyesuaian pasar ini dianggap strategi untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah agresivitas kompetitor.
Jadwal peluncuran perangkat baru ini diprediksi akan terbagi menjadi dua tahap berbeda. Model premium seperti iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra lipat tetap dijadwalkan meluncur lebih awal pada akhir tahun 2026.
Sementara itu, varian yang lebih terjangkau seperti iPhone 18, iPhone 18e, dan iPhone Air 2 diperkirakan baru akan menyapa konsumen pada musim semi 2027. Skema rilis terpisah ini sebelumnya juga telah diprediksi oleh analis industri Ming-Chi Kuo dan Nikkei.