Aprilia Racing memiliki preferensi tersembunyi agar pembalap Marco Bezzecchi berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP 2026. Prioritas ini muncul di tengah spekulasi kepindahan Jorge Martin ke tim Yamaha untuk musim balap berikutnya.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kubu Aprilia, terutama karena Martin berpotensi merebut gelar juara sebelum ia resmi bergabung dengan Yamaha. Sebagaimana dilansir dari Bola, Marco Bezzecchi tampil dominan dengan mengamankan posisi tercepat pada Free Practice 1 (FP1) MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram pada 27 Februari 2026, dengan catatan waktu 1 menit 29,346 detik.
Bezzecchi kini memimpin klasemen dengan keunggulan poin setelah performa gemilang, termasuk kemenangan di Grand Prix Amerika Serikat. Di Austin, Aprilia mencatat kemenangan 1-2, dengan Jorge Martin finis kedua dan terus membayangi Bezzecchi dalam perburuan gelar.
Meskipun Aprilia tidak pernah secara terbuka memihak salah satu pembalap dalam persaingan internal, harapan untuk melihat Bezzecchi juara sangat besar. Hal ini disampaikan oleh reporter MotoGP Jack Appleyard dalam podcast Motorsport Republica, yang mengindikasikan bahwa Aprilia "sangat berharap" Bezzecchi memenangkan gelar agar nomor satu tetap berada di motor Aprilia untuk musim depan.
Keinginan ini muncul karena Jorge Martin santer dikabarkan akan bergabung dengan Yamaha pada musim 2027. "Meskipun Aprilia tidak akan pernah mengatakannya, sangat jelas bagi semua orang bahwa jika salah satu pembalap di garasi Aprilia memenangkan kejuaraan dunia tahun ini, tentu saja, mereka sangat berharap itu adalah Marco Bezzecchi," ujar Jack Appleyard, seperti dikutip dari sumber.
Ia menambahkan, "Hal terakhir yang mereka inginkan adalah Martin memenangkannya dan kemudian membawanya ke Yamaha, yang akan menjadi hal yang liar di awal tahun depan." Appleyard juga menegaskan bahwa Aprilia akan tetap memberikan motor yang setara kepada kedua pembalap dan membiarkan mereka bersaing secara adil.
Michelin Bantah Teori Keunggulan Ban
Di sisi lain, Piero Taramasso, bos Michelin MotoGP, membantah klaim bahwa dominasi Aprilia di beberapa balapan awal musim ini disebabkan oleh penggunaan konstruksi ban yang berbeda. Menurut Taramasso, seperti dikutip dari Harian Metro dan Motorsport, performa Aprilia murni karena keunggulan intrinsik motor RS-GP mereka, bukan karena faktor ban.
Pada dua seri awal musim 2026 di Buriram dan Goiania, Michelin memang membawa konstruksi ban yang lebih keras karena kondisi cuaca panas ekstrem dan karakteristik sirkuit yang cepat. Aprilia tampil dominan di kedua balapan tersebut, dengan Bezzecchi meraih kemenangan di Thailand dan memimpin kemenangan 1-2 tim di Brazil.
Namun, Taramasso menyatakan bahwa teori ban tersebut runtuh di Grand Prix Amerika Serikat, di mana Bezzecchi kembali memimpin balapan dari awal hingga akhir dengan ban standar Michelin. "Saya selalu berpikir bukan itu penyebabnya karena kami telah menawarkan karkas yang lebih keras ini selama beberapa musim, jadi semua orang tahu cara menafsirkannya dan cara melakukan tuning motor," kata Taramasso.
Ia melanjutkan, "Saat ini, Aprilia benar-benar memiliki sesuatu yang ekstra dari segi motor." Performa Ducati, yang diharapkan kembali menantang dengan ban standar, justru gagal naik podium di Austin. Francesco Bagnaia bahkan menghadapi masalah degradasi ban parah, membuatnya 'kehabisan ban' di GP AS.
Taramasso mengakui bahwa pembalap Ducati terlalu memaksakan ban belakang, namun ia optimistis Ducati akan bangkit di balapan mendatang, dimulai dari Jerez.
Daftar Hasil FP1 MotoGP Thailand 2026
| Peringkat | Pembalap | Tim | Motor |
|---|---|---|---|
| Marco Bezzecchi | Aprilia Factory | RS-GP26 | Fabio Di Giannantonio |
| Pertamina VR46 Ducati | GP26 | Jorge Martin | Aprilia Factory |
| RS-GP26 | Ai Ogura | Trackhouse Aprilia | RS-GP26 |
| Pedro Acosta | Red Bull KTM | RC16 | Marc Marquez |
| Ducati Lenovo | GP26 | Francesco Bagnaia | Ducati Lenovo |
| GP26 | Franco Morbidelli | Pertamina VR46 Ducati | GP25 |
Berdasarkan hasil FP1 MotoGP Thailand 2026 yang dilansir dari Bola, terlihat dominasi Aprilia. Namun, catatan waktu Marco Bezzecchi (1 menit 29,346 detik) masih jauh dari waktu tercepatnya pada tes pramusim di trek yang sama, yaitu 1 menit 28,668 detik.
Fabio Di Giannantonio dari VR46 mengamankan posisi kedua, hanya selisih 0,110 detik dari Bezzecchi, diikuti oleh Jorge Martin di posisi ketiga. Sementara itu, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia dari tim pabrikan Ducati masing-masing menempati urutan ke-6 dan ke-7, menunjukkan awal yang kurang menguntungkan bagi Ducati Desmosedici GP26.