Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa memberikan pembelaan tegas terhadap performa Kylian Mbappe setelah Los Blancos dipastikan tersingkir dari babak perempat final Liga Champions pada Rabu, 16 April 2026. Kritik tajam mengarah kepada penyerang asal Prancis tersebut yang dinilai minim kontribusi dalam skema pertahanan tim saat menghadapi Bayern Munchen.
Dilansir dari Bola, Real Madrid harus merelakan tiket semifinal setelah menelan kekalahan 3-4 di Allianz Arena pada laga leg kedua tersebut. Hasil ini membuat Madrid kalah agregat 4-6 karena pada pertemuan pertama di Santiago Bernabeu, 8 April 2026, mereka juga menyerah dengan skor 1-2.
Kekecewaan publik memuncak lantaran Mbappe dianggap tidak membantu pertahanan, terutama saat Madrid harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-86. Gelandang Eduardo Camavinga terpaksa meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah dari wasit.
"Tidak ada yang perlu disesali dari Kylian. Dia tampil luar biasa, mencetak gol di kedua leg, dan menjadi ancaman konstan bagi pertahanan lawan," kata Alvaro Arbeloa, Pelatih Real Madrid. Ia menegaskan bahwa sang pemain telah berupaya keras dalam membantu tim saat kehilangan bola.
Arbeloa menambahkan bahwa dedikasi Mbappe di lapangan sangat memuaskan meskipun hasil akhir tidak berpihak pada klub asal Spanyol tersebut. Arbeloa menilai kerja keras Mbappe dalam bertahan sudah maksimal sepanjang pertandingan berlangsung di markas Die Bayern.
Secara statistik individu, Mbappe sebenarnya mencatatkan performa gemilang pada musim keduanya berseragam Los Blancos dengan torehan 40 gol di seluruh kompetisi. Namun, kegagalan ini memperpanjang penantian Mbappe untuk mengangkat trofi Liga Champions sejak pindah dari Paris Saint-Germain.
Kondisi ini menjadi ironi tersendiri mengingat mantan klub Mbappe justru berhasil menjadi juara pada musim kompetisi sebelumnya. Kini Real Madrid harus mengalihkan fokus pada kompetisi domestik setelah langkah mereka terhenti di kancah Eropa.